Logo

Mau Tahu Estimasi Keberangkatan Haji? Berikut Caranya

Sep 22, 2026 Editorial • 62 views

AMPHURI.ORG, JAKARTA–Pastinya, bagi calon jamaah yang sudah mendaftar dan menyetorkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), mengetahui estimasi berangkat haji adalah hal yang dinantikan. Mengingat antrean haji di Indonesia cukup panjang, maka memantau jadwal perkiraan keberangkatan secara berkala menjadi penting dilakukan untuk persiapan fisik maupun finansial.

“Setelah menyelesaikan proses pendaftaran, calon jamaah haji akan menerima dokumen Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH) yang mencantumkan 10digit nomor porsi. Nomor porsi inilah yang digunakan sebagai identitas utama untuk cek estimasi berangkat haji ke Tanah Suci,” kata Ketua Bidang Haji DPP AMPHURI, Sukerno dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Sukerno menjelaskan, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah menyediakan beberapa metode praktis untuk memeriksa jadwal keberangkatan secara mandiri. Berikut dua cara mudah mengecek estimasi berangkat haji secara online.

1. Cek estimasi keberangkatan melalui situs Kemenhaj

  • Buka website resmi haji Kemenhaj di link berikut https://haji.go.id/estimasi-keberangkatan
  • Cari dan pilih menu tab ‘Estimasi Keberangkatan’
  • Masukkan nomor porsi haji yang berjumlah 10digit pada kolom yang disediakan
  • Lakukan verifikasi Captcha dengan klik checkbox dan tunggu hingga muncul tulisan “I'm not a robot”
  • Klik ‘Cek Estimasi'
  • Nama Pendaftar beserta estimasi tahun keberangkatan haji akan muncul

 2. Cek estimasi keberangkatan Haji melalui aplikasi Haji Pintar

  • Unduh aplikasi Haji Pintar di Play Store atau App Store
  • Cari dan pilih ‘Informasi Jamaah Haji’
  • Pilih ‘Estimasi Keberangkatan’
  • Masukkan nomor porsi haji yang terdiri dari 10digit angka
  • Klik ‘Cari’
  • Estimasi keberangkatan haji calon jamaah akan muncul

Sukerno mengingatkan bahwa estimasi berangkat haji ini bersifat dinamis dan dapat bergeser lebih cepat atau lebih lambat tergantung pada kebijakan kuota haji tahunan dari Pemerintah Arab Saudi serta regulasi Kemenhaj.

“Pengecekan estimasi keberangkatan haji ini penting dilakukan secara berkala karena membantu calon jamaah haji dalam merencanakan tabungan pelunasan Bipih tepat waktu dan menjaga kondisi kesehatan sejak dini sesuai standar pemeriksaan istitha’ah kesehatan,” ujarnya mengingatkan.

“Hal ini juga untuk mengantisipasi kemungkinan pemanggilan keberangkatan haji lebih cepat jika terdapat percepatan kuota atau pengisian porsi yang kosong,” imbuhnya.

Bagi jamaah haji reguler, jika hasil pengecekan estimasi berangkat haji tersebut menunjukkan waktu tunggu puluhan tahun, maka apabila ingin menyegerakan niat suci tersebut, bisa beralih ke paket Haji Khusus atau yang lebih dikenal dengan Haji Plus (ONH Plus).

“Program haji khusus ini menawarkan jadwal keberangkatan yang lebih cepat, cukup mengantri sekitar 6 sampai 10 tahun,” katanya.

Setidaknya, kata Sukerno, AMPHURI sebagai asosiasi penyelenggara haji khusus, memiliki banyak pilihan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang amanah dan tersebar di berbagai daerah. Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut terkait PIHK yang ada di bawah naungan AMPHURI bisa klik link ini. (hay)

Comments

No comments yet. Be the first to comment.

Leave a Comment

Your email will not be published.
Your comment will appear after admin approval.