Aug 18, 2026 Editorial • 26 views
AMPHURI.ORG, JAKARTA—Perjuangan kemerdekaan tidak lepas dari peran para ulama dan kiai yang sebagian besar juga telah menunaikan ibadah haji. Semangat perjuangan dan pengabdian tersebut harus diteruskan melalui penyelenggaraan haji yang semakin baik dan berintegritas.
Demikian disampaikan Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochammad Irfan Yusuf saat menyampaikan sambutan dan arahan dalam Town Hall Meeting, Istighosah, dan Pembinaan Pegawai Kemenhaj yang berlangsung secara hybrid, yang dipusatkan di Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Jakarta, pada Selasa (18/8/2026).
“Hari ini kita berusaha menerapkan apa yang telah dilakukan para pendahulu. Mereka mewariskan kemerdekaan kepada kita. Kita juga harus meninggalkan jejak dan mewariskan haji yang berintegritas,” ujar Menhaj, sembari mengajak seluruh jajaran Kemenhaj mengisi kemerdekaan dengan kerja, pengabdian, dan integritas.
Mengutip KH M. Hasyim Asy’ari, Irfan mengatakan hidup adalah sebuah cerita. Karena itu, setiap orang harus mengisinya dengan cerita yang baik agar dapat dibaca dan dikenang anak cucu.
“Saat ini kita sedang menulis cerita itu di Kementerian Haji,” katanya.
Menurutnya, kemerdekaan merupakan hasil perjuangan sekaligus rahmat Allah SWT. Syukur atas nikmat kemerdekaan harus diwujudkan dengan menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan amanat konstitusi agar kekayaan bumi Indonesia dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Dalam kesempatan itu, Menhaj pun mengakui tahun pertama Kemenhaj penuh tantangan. Namun, amanah harus dijalankan dengan kesungguhan, kerja keras, dan kepasrahan kepada Allah.
“Seorang pemimpin tidak selalu memilih tempat yang nyaman. Pengabdian tidak selalu berada dalam situasi yang mudah. Di mana pun kita ditempatkan, kita harus tetap berdakwah dan mengabdi dengan niat yang tulus,” tuturnya.
Menhaj juga menekankan pentingnya membangun organisasi yang sehat dan menjadikan integritas sebagai ruh Kemenhaj. Ia mengingatkan filosofi Jawa, “Ajining diri dumunung ana ing lathi, ajining slira dumunung ana ing busana.” Artinya, kata Menhaj, Seragam Kemenhaj, membawa nama dan kehormatan institusi sehingga harus dijaga dengan sikap, ucapan, dan perilaku.
“Setelah selesai puja dan puji, mari kita kembali fokus memberikan yang terbaik untuk jamaah. Fokus kita adalah haji 2027,” tegasnya.
Karena itu, Menhaj berharap seluruh pegawai menjadikan setiap pekerjaan hari ini sebagai bagian dari sejarah Kemenhaj dan warisan baik bagi generasi mendatang. (hay)
No comments yet. Be the first to comment.
May 25, 2026 • 54,558 views
Nov 21, 2025 • 18,043 views
May 27, 2026 • 9,069 views
Jun 01, 2026 • 6,017 views
Aug 14, 2026 • 28 views
Aug 13, 2026 • 78 views
Aug 13, 2026 • 81 views
Aug 13, 2026 • 121 views