Oct 17, 2026 Editorial • 32 views
AMPHURI.ORG, GOWA—Penyelenggaraan haji bukan hanya urusan perjalanan dan ibadah. Aktivitas jutaan jamaah dan kebutuhan pendukungnya juga membuka peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha di daerah. Setidaknya, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa belanja jamaah haji Indonesia mencapai sekitar Rp 4 triliun. Sementara Sulawesi Selatan (Sulsel) diperkirakan menyumbang sekitar 25 persen.
Demikian disampaikan Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, dalam keterangannya di acara UMKM Expo Sulsel 2026 di Gowa, Sabtu (17/10/2026).
Menurutnya, potensi tersebut, perlu dibaca sebagai peluang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar, termasuk menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan jamaah haji dan umrah.
“UMKM harus kita dorong agar bisa naik kelas dan menjangkau pasar yang lebih luas. Potensi ekonomi haji ini perlu dimanfaatkan sehingga pelaku usaha daerah tidak hanya menjadi penonton,” katanya.
Menhaj menjelaskan, besarnya belanja jamaah menunjukkan adanya kebutuhan ekonomi yang dapat dikembangkan, mulai dari produk konsumsi hingga barang dan jasa penunjang perjalanan ibadah. Namun, peluang tersebut membutuhkan kesiapan pelaku usaha, baik dari sisi kualitas produk, kapasitas produksi, maupun kemampuan memenuhi kebutuhan pasar secara konsisten.
Menurut Menhaj, Sulses dinilai memiliki ruang untuk mengambil bagian dalam pengembangan ekosistem ekonomi haji. Penguatan UMKM daerah dapat menjadi salah satu jalan untuk mempertemukan potensi produksi lokal dengan kebutuhan jamaah, sekaligus memperluas manfaat ekonomi penyelenggaraan haji bagi masyarakat.
Di sisi lain, pemerintah terus berupaya menjaga keterjangkauan biaya ibadah haji. Menhaj menyampaikan bahwa penurunan biaya haji tidak terlepas dari dukungan Presiden Prabowo Subianto melalui kebijakan subsidi pemerintah. Keringanan biaya tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga akses masyarakat terhadap ibadah haji.
“Tahun ini biaya haji turun, dan untuk pertama kalinya pemerintah memberikan subsidi kepada jamaah sebesar 3,4 juta rupiah,” ujarnya.
Seperti diketahui, rangkaian UMKM Expo Sulsel 2026 diisi dengan pembagian hadiah perjalanan umrah kepada dua guru ngaji, serta sepeda dan uang tunai bagi pelajar Sulsel yang terpilih. Pengembangan ekosistem ekonomi haji membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Tantangannya bukan hanya memperbesar nilai transaksi, melainkan memastikan pelaku UMKM daerah memiliki kapasitas dan kesempatan untuk masuk ke pasar yang terbentuk dari kebutuhan jamaah.
Dengan demikian, lanjut Menhaj, potensi ekonomi haji diharapkan tidak berhenti sebagai angka belanja, tetapi dapat berkembang menjadi peluang usaha yang memberi manfaat lebih luas bagi perekonomian Indonesia. (hay)
No comments yet. Be the first to comment.
May 25, 2026 • 55,291 views
Nov 21, 2025 • 33,069 views
May 27, 2026 • 12,185 views
Jun 01, 2026 • 11,053 views
Oct 18, 2026 • 27 views
Oct 17, 2026 • 8 views
Oct 17, 2026 • 30 views
Oct 17, 2026 • 9 views