Logo

Menhaj Buka Expo UMKM dan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah di Yogyakarta

Oct 23, 2026 Editorial • 27 views

AMPHURI.ORG, BANTUL—Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendorong produk unggulan daerah masuk ke rantai pasok kebutuhan haji dan umrah melalui Expo UMKM dan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah. Kegiatan ini melibatkan 121 UMKM dan menghadirkan temu bisnis untuk memperluas kemitraan serta akses pasar.

Menurut Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, Yogyakarta memiliki potensi strategis dalam pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah, terutama pada sektor industri kreatif, kerajinan, fesyen muslim, serta produk pangan dan kuliner halal.

“Jika di kota-kota sebelumnya kita memperkuat basis rantai produksi dan logistik, maka di Yogyakarta ini kita hadir untuk memberi panggung bagi daya cipta, inovasi, dan nilai tambah produk keumatan,” ujar Menhaj dalam sambutannya saat membuka Expo UMKM dan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah di Yogyakarta, Jumat (23/10/2026).

Menhaj mengatakan, produk UMKM Yogyakarta berpeluang memenuhi berbagai kebutuhan jamaah, mulai dari kain ihram, perlengkapan ibadah, batik, hingga cendera mata. Produk pangan dan kuliner daerah juga berpotensi dikembangkan untuk mendukung kebutuhan konsumsi jamaah di Tanah Suci dengan memperhatikan kualitas dan standar produk.

Sebelumnya, kata Menhaj, Expo ini merupakan penyelenggaraan keempat setelah sebelumnya digelar di Madiun, Bali, dan Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Sebanyak 121 UMKM dijadwalkan mengisi tenant yang mencakup perlengkapan haji dan umrah, fesyen muslim, produk unggulan daerah, makanan dan minuman, serta berbagai kebutuhan jamaah lainnya. Kegiatan ini menargetkan 15.000 pengunjung.

Selain pameran, kegiatan ini menghadirkan temu bisnis yang melibatkan 130 pelaku usaha atau UMKM. Melalui proses kurasi dan business matching, peserta dipertemukan dengan calon mitra untuk menjajaki kerja sama dan membuka peluang pasar baru.

Menhaj menyampaikan apresiasi kepada Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, beserta jajaran pemerintah daerah atas dukungan terhadap pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah. Karena itu, Menhaj juga menegaskan, pengembangan ekosistem ekonomi haji tidak boleh berhenti pada penyelenggaraan pameran, tetapi harus ditindaklanjuti melalui kemitraan yang konkret.

“Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dan memastikan setiap potensi ditindaklanjuti menjadi program serta kemitraan yang konkret,” tegasnya.

Melalui expo ini, kata Menhaj, Kemenhaj mendorong produk UMKM dalam negeri semakin berdaya saing dan memiliki akses lebih luas ke pasar haji dan umrah. Upaya tersebut diharapkan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi haji dan umrah yang berkelanjutan, dengan tetap mengutamakan kepentingan dan pelindungan jamaah. (hay)

Comments

No comments yet. Be the first to comment.

Leave a Comment

Your email will not be published.
Your comment will appear after admin approval.