Logo

Menhaj: Bukan Sekadar Punya Uang, Fisik Jamaah pun Harus Siap

Oct 08, 2026 Editorial • 24 views

AMPHURI.ORG, BOGOR—Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa kesehatan menjadi salah satu kunci kesiapan jamaah dalam menjalankan ibadah haji. Kesiapan jamaah tidak hanya berkaitan dengan kemampuan finansial, tetapi juga kondisi fisik yang memungkinkan jamaah menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik. Para jamaah haji harus benar-benar siap secara lahir dan batin, bukan sekadar memiliki kemampuan finansial untuk berangkat.

Demikian disampaikan Menhaj Irfan Yusuf dalam arahannya pada Konsolidasi Penyelenggaraan Kesehatan Haji di Bogor, pada Kamis (8/10/2026).

“Saya ingin jamaah haji kita benar-benar siap. Bukan hanya punya uang untuk membayar dan berangkat, tetapi semuanya siap. Situasi di sana siap, secara fisik juga siap,” ujarnya.

Lebih lanjut, Menhaj menyampaikan dua hal penting dalam memastikan kesiapan kesehatan jamaah. Pertama, kesiapan kesehatan perlu dipastikan secara serius sejak sebelum keberangkatan melalui pemeriksaan dan pendampingan. Kedua, tenaga kesehatan harus berani menyampaikan hasil pemeriksaan secara objektif apabila terdapat jamaah yang belum memenuhi kesiapan untuk berangkat.

“Jangan ragu, jangan takut, jangan khawatir. Kalau memang tidak bisa berangkat, sampaikan. Kalau hasil datanya, Bapak tidak bisa berangkat, mohon maaf, mungkin bisa dialihkan atau menunggu perbaikan tahun depan,” tegas Menhaj.

Menhaj menegaskan, penetapan kesiapan kesehatan bukan dimaksudkan untuk mempersulit jamaah. Sebaliknya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan jamaah yang diberangkatkan benar-benar memiliki kesiapan untuk menjalankan ibadah haji.

Menurutnya, tenaga kesehatan harus menjaga integritas dan profesionalitas dalam menjalankan tugas. Setiap keputusan perlu didasarkan pada kondisi kesehatan jamaah, sehingga aspek keselamatan dan kemampuan jamaah dalam menjalankan ibadah tetap menjadi pertimbangan utama.

“Bukan saja bagian dari tugas, tapi bagian dari ibadah,” kata Menhaj.

Selain itu, Menhaj menyampaikan pihaknya mendorong kerja sama yang lebih intensif dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), termasuk dalam memperkuat dukungan rumah sakit daerah dan aspek operasional pelayanan kesehatan jamaah. Menurutnya, koordinasi lintas sektor diperlukan untuk memastikan pelayanan kesehatan haji berjalan lebih terpadu dan memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah.

“Ini salah satu upaya kita untuk bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi jamaah haji,” ujarnya.

Kemudian, Menhaj pun berharap seluruh tenaga kesehatan terus memperkuat komitmen, profesionalitas, dan integritas dalam menjalankan tugas. Upaya tersebut merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk memastikan jamaah yang diberangkatkan benar-benar memiliki kesiapan kesehatan yang memadai dan dapat menjalankan ibadah haji dengan aman dan selamat. (hay)

Comments

No comments yet. Be the first to comment.

Leave a Comment

Your email will not be published.
Your comment will appear after admin approval.