Oct 01, 2026 Editorial • 30 views
AMPHURI.ORG, JAKARTA–Dalam upaya meningkatkan akurasi, transparansi, dan kualitas pelayanan ibadah haji, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) berkolaborasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam pemadanan data. Hal ini sebagai upaya menyelaraskan data jamaah haji dalam masa tunggu (waiting list) dan peningkatan pelayanan pemeriksaan kesehatan calon jamaah di berbagai daerah.
Demikian disampaikan Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf dalam keterangan resminya bersama Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak di Jakarta, usai melakukan pertemuan dan koordinasi dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Kantor Kemendagri, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Menurutnya, langkah pemadanan data ini bertujuan untuk memvalidasi dan memperbarui informasi kependudukan para calon jamaah haji secara real-time. Kolaborasi ini diwujudkan melalui integrasi langsung antara Sistem Informasi Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) milik Kemenhaj dengan basis data kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri.
Melalui integrasi ini, kata Menhaj, pemerintah dapat memastikan bahwa seluruh informasi identitas, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), domisili terkini, status kependudukan, hingga ahli waris, benar-benar selaras dengan kondisi dan identitas sebenarnya di lapangan.
“Pemadanan data antara Siskohat dan Dukcapil ini merupakan langkah tegas kami untuk melindungi hak-hak jamaah sekaligus mencegah terjadinya manipulasi, perubahan, atau permainan data yang pernah ditemukan di masa lalu. Kami ingin menghadirkan penyelenggaraan ibadah haji yang berbasis data yang 100% akurat, transparan, dan sepenuhnya dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Menhaj menjelaskan, terkait kebijakan ini, Kemenhaj mengimbau jamaah untuk tidak khawatir karena proses sinkronisasi ini murni bersifat administratif dan dipastikan tidak akan mengubah atau menggeser nomor antrean (nomor porsi) maupun estimasi tahun keberangkatan. Jamaah juga tidak perlu repot melakukan proses pengurusan karena sebagian besar proses pemadanan berjalan secara otomatis di belakang layar (backend system).
“Apabila ditemukan ketidaksesuaian data yang signifikan, pihak kementerian atau instansi terkait di daerah akan langsung menghubungi jamaah bersangkutan secara resmi,” katanya.
Selain itu, kata Menhaj, Kemenhaj juga mengingatkan jamaah untuk selalu waspada terhadap oknum yang meminta biaya, dokumen asli, atau kata sandi dengan dalih pembaruan data, karena seluruh rangkaian proses pemadanan ini sama sekali tidak dipungut biaya.
Dalam kesempatan itu, selain validitas data, pembahasan penting lainnya adalah kerja sama dengan pemerintah daerah terkait penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan kualitas pemeriksaan kesehatan memenuhi standar yang ditetapkan sekaligus melakukan penyeragaman tarif.
“Terkait pemeriksaan kesehatan di daerah, kami menaruh perhatian serius agar pelaksanaannya berjalan sebaik-baiknya dan memenuhi standar medis yang ada. Selain kualitas, kami bersama Kemendagri juga akan memastikan adanya standarisasi tarif pemeriksaan. Tarif ini harus berada pada tingkat yang wajar dan seragam agar tidak membebani calon jamaah haji,” tambah Menhaj.
Terkait hal ini, kata Menhaj, Menteri Dalam Negeri telah memberikan respons positif dan menyatakan kesiapan penuh jajarannya untuk mendukung kedua agenda strategis ini. Sebagai tindak lanjut, koordinasi teknis digelar semakin intensif untuk merealisasikan pemadanan data Siskohat-Dukcapil serta merumuskan mekanisme pemeriksaan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau.
Artinya, lanjut Menhaj, secara keseluruhan, sinergi ini diharapkan dapat merampingkan birokrasi, memberikan kepastian pelayanan, dan memastikan kelancaran penyelenggaraan ibadah haji yang efisien, aman, dan nyaman bagi para tamu Allah. (hay)
No comments yet. Be the first to comment.
May 25, 2026 • 55,111 views
Nov 21, 2025 • 32,291 views
May 27, 2026 • 11,372 views
Jun 01, 2026 • 9,874 views
Sep 29, 2026 • 33 views
Sep 29, 2026 • 102 views
Sep 29, 2026 • 111 views
Sep 29, 2026 • 50 views