Logo

Wamenhaj Dahnil: Bangun Wajah Baru Kemenhaj dengan Integritas dan Disiplin

Aug 18, 2026 Editorial • 279 views

AMPHURI.ORG, JAKARTA—Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) membangun wajah baru kementerian melalui integritas, disiplin, serta pelayanan kepada jamaah dengan pendekatan kekeluargaan.

Hal tersebut disampaikan Wamenhaj Dahnil saat menyampaikan sambutan dalam “Town Hall Meeting: Istighotsah dan Pembinaan Pegawai Kemenhaj” yang digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Gedung Kemenhaj, Jakarta, Selasa (18/8/2026), seperti dikutip laman resmi Kemenhaj, haji.go.id.

Dalam kesempatan itu, Wamenhaj menekankan bahwa penyelenggaraan haji merupakan amanah besar yang membutuhkan ikhtiar berkelanjutan. Menurutnya, kesempurnaan dalam penyelenggaraan bukan berarti tidak adanya kekurangan, melainkan adanya komitmen untuk terus memperbaiki dan menyempurnakan pelayanan.

Mengacu pada pesan “wa atimmul-hajja wal-’umrata lillah”, Wamenhaj mengajak ASN untuk menjadikan semangat menyempurnakan sebagai bagian dari budaya kerja dalam penyelenggaraan haji.

“Dalam penyelenggaraan kita pasti menemukan ketidaksempurnaan. Tetapi upaya kita adalah menyempurnakan,” ujarnya.

Wamenhaj Dahnil juga menekankan dua nilai penting yang harus menjadi pondasi ASN Kemenhaj yakni integritas dan disiplin. Menurutnya, integritas tercermin dari kejujuran, tanggung jawab, serta kesungguhan dalam menjalankan amanah dan memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah. Sementara disiplin harus dibangun mulai dari hal-hal sederhana, seperti ketepatan waktu, kerapian berpakaian, menjaga kebersihan, dan menjalankan tugas sesuai ketentuan.

Hal-hal sederhana tersebut, kata Wamenhaj, turut membentuk citra dan karakter kementerian di mata masyarakat.

“Wajah kementerian adalah wajah ASN-nya. Karena itu, mari kita bangun karakter dan wajah kementerian ini,” tegasnya.

Selain integritas dan disiplin, Wamenhaj mengajak ASN membangun hubungan dengan jamaah melalui pendekatan kekeluargaan. Jamaah, menurutnya, tidak semata-mata dipandang sebagai penerima layanan, tetapi sebagai bagian dari keluarga yang harus dilayani dengan empati, kepedulian, dan kasih sayang.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena penyelenggaraan haji tidak hanya menuntut pelayanan yang profesional, tetapi juga kehadiran aparatur yang mampu memahami kebutuhan dan kondisi jamaah.

Wamenhaj juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan kerja sebagai bagian dari kualitas pelayanan. Kemenhaj merupakan pusat layanan masyarakat sehingga kebersihan, kerapian, dan keramahan aparatur menjadi bagian dari wajah kementerian.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemenhaj Teguh Dwi Nugroho menyampaikan bahwa Town Hall Meeting menjadi media komunikasi internal untuk memperkuat kesamaan pemahaman terhadap kebijakan pimpinan, budaya kerja, semangat kolaborasi, serta rasa memiliki seluruh pegawai terhadap transformasi Kemenhaj. Kedepannya, kata Teguh, kegiatan Town Hall Meeting direncanakan dilaksanakan secara rutin setiap bulan dengan unit penanggung jawab yang bergiliran pada masing-masing unit eselon I.

“Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan sinergi antara pimpinan dan seluruh pegawai. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari konsolidasi kelembagaan serta penguatan mental dan spiritual pegawai Kemenhaj,” katanya. (hay)

Comments

No comments yet. Be the first to comment.

Leave a Comment

Your email will not be published.
Your comment will appear after admin approval.