Oct 27, 2026 Editorial • 54 views
AMPHURI.ORG, JAKARTA–Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyatakan dua putra Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf yaitu Barbarossa Muhammad Farros dan Gibran Muhammad Fawwaz, telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai tenaga ahli. Pengunduran diri tersebut dilakukan menyusul adanya pro dan kontra di ruang publik terkait penunjukan kedua putra Menhaj sebagai tenaga ahli di Kemenhaj.
Hal ini ditegaskan Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (27/10/2026), seperti dilansir Antara.
“Pak Menteri dan saya sudah menerima pengunduran diri dua orang tenaga ahli. Jadi, secara resmi dua orang tersebut memutuskan untuk mengundurkan diri,” kata Wamenhaj Dahnil.
Menurutnya, keterlibatan keduanya bermula ketika Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) baru dibentuk dan membutuhkan bantuan untuk menjalankan tugas-tugas kelembagaan. Pada saat itu, kata Dahnil, BP Haji hanya dipimpin oleh dua orang, yakni kepala dan wakil kepala, sehingga membutuhkan dukungan dari sejumlah pihak untuk membantu pekerjaan sejak awal.
“Ketika Badan Penyelenggara Haji memang tidak ada orang yang mau membantu kami sejak awal secara sukarela. Akhirnya adalah anaknya Pak Menteri ikut membantu sejak awal,” ujarnya.
Dahnil pun menyampaikan kedua putra Menhaj turut membantu pekerjaan pada masa awal pembentukan lembaga tersebut. Bahkan keduanya tidak dibayar saat awal-awal membantu pembentukan BP Haji. Namun seiring munculnya polemik di masyarakat, keduanya memutuskan mundur dari jabatan tenaga ahli.
Adapun posisi tenaga ahli yang ditinggalkan kedua orang tersebut, lanjut Dahnil, nantinya akan diisi oleh orang lain. Penentuan penggantinya, menjadi kewenangan Menhaj.
Dahnil menambahkan, keputusan tersebut juga merupakan bagian dari komitmen pimpinan kementerian untuk menjaga integritas dan memastikan penyelenggaraan tugas pemerintahan berjalan sesuai dengan prinsip etika.
“Untuk memastikan Kementerian Haji dan Umrah harus bebas dari praktik-praktik yang tidak beretika, praktik-praktik yang manipulatif, koruptif, perilaku mafia, dan sebagainya,” ujarnya. (hay)
No comments yet. Be the first to comment.
May 25, 2026 • 55,441 views
Nov 21, 2025 • 33,612 views
May 27, 2026 • 12,577 views
Jun 01, 2026 • 11,588 views
Oct 26, 2026 • 54 views
Oct 26, 2026 • 66 views
Oct 26, 2026 • 78 views
Oct 26, 2026 • 53 views