Sep 07, 2026 Editorial • 22 views
Oleh: Ulul Albab
ADA satu kalimat dalam surat Kementerian Haji dan Umrah tertanggal 7 September 2026 yang layak direnungkan lebih lama. Ketika dampak erupsi Anak Krakatau mengganggu perjalanan jamaah, asosiasi diminta berkoordinasi agar penanganan dapat menjangkau travel di luar asosiasi, bahkan jamaah umrah mandiri.
Sekilas itu hanyalah instruksi koordinasi. Tetapi sesungguhnya ia menyimpan pertanyaan besar: Untuk apa sebuah asosiasi hadir?
Tentu asosiasi dibentuk untuk anggotanya. Membina, memperjuangkan kepentingan, melakukan advokasi, memperkuat usaha, dan menjaga keberlangsungan industri. Tetapi bencana mempunyai logikanya sendiri.
Abu vulkanik tidak bertanya seseorang berangkat melalui travel mana. Pesawat yang berhenti terbang tidak membedakan anggota asosiasi dan bukan anggota. Jamaah yang terlantar tetaplah jamaah. Kecemasan keluarganya pun sama.
Di sinilah organisasi diuji bukan hanya oleh anggaran dasar, tetapi oleh keluhuran nilai yang diperjuangkannya.
Dari Kepentingan Anggota Menuju Nilai Publik
AMPHURI tentu tidak harus mengambil alih tanggung jawab semua pihak. Tetapi dalam keadaan darurat, AMPHURI dapat memilih untuk mengatakan: “Anda mungkin bukan anggota kami. Tetapi Anda adalah jamaah Indonesia. Jika kami mampu membantu, kami akan membantu.”
Kalimat itu dapat mengubah wajah sebuah organisasi. Dari sekadar membership organization menjadi public-value institution. Bukan berarti batas organisasi dihapus. Hak anggota tetap harus dijaga. Tanggung jawab hukum masing-masing penyelenggara tetap harus jelas.
Namun kemanusiaan terkadang meminta kita berjalan sedikit lebih jauh daripada batas administratif. Karena itu, gagasan “AMPHURI Crisis Management Center” dapat dikembangkan menjadi “crisis assistance network.” Dalam kondisi tertentu, pusat ini bukan hanya mengoordinasikan anggota, tetapi menjadi simpul informasi dan bantuan darurat bagi jamaah Indonesia yang membutuhkan pertolongan.
Bukan mengambil alih. Tetapi Menghubungkan. Bukan menanggung semuanya. Tetap[I Memastikan tidak ada yang dibiarkan sendirian.
Ketika Marwah Organisasi Diuji
Justru di situlah makna terdalam sebuah asosiasi. Organisasi besar bukan hanya organisasi yang mempunyai banyak anggota. Bukan pula yang paling sering tampil dalam forum. Tetapi Organisasi menjadi besar ketika keberadaannya dirasakan bahkan oleh mereka yang tidak mempunyai kartu anggotanya.
AMPHURI telah berusia 19 tahun. Mungkin sudah waktunya ukuran kebesarannya ditambah satu lagi: bukan hanya berapa banyak anggota yang dilayani, tetapi seberapa luas manfaat yang mampu dihadirkan.
Sebab ketika bencana datang, kartu anggota boleh tetap berada di dalam dompet. Tidak harus ditunjukkan. Karena yang pertama-tama harus kita lihat adalah manusianya. Dan dalam perjalanan menuju Baitullah, ada sebutan yang jauh lebih mulia daripada anggota atau bukan anggota: bahwa mereka semua adalah tamu-tamu Allah. (*)
~Ulul Albab, Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan DPP AMPHURI
No comments yet. Be the first to comment.
May 25, 2026 • 54,834 views
Nov 21, 2025 • 30,478 views
May 27, 2026 • 10,324 views
Jun 01, 2026 • 8,233 views
Sep 08, 2026 • 598 views
Sep 08, 2026 • 45 views
Sep 08, 2026 • 40 views
Sep 07, 2026 • 27 views