Logo

Kemenhaj dan Kemenbud Jajaki Museum Haji Indonesia

Oct 22, 2026 Editorial • 17 views

AMPHURI.ORG, JAKARTA—Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tengah melakukan penjajakan kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) untuk menginisiasi Museum Haji Indonesia. Kolaborasi ini bertujuan melestarikan sejarah perjalanan haji sekaligus mengangkat kontribusi ulama, santri, dan tokoh-tokoh haji dalam membangun kesadaran kebangsaan dan perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Demikian disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak dalam pertemuannya dengan Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon di Kantor Kementerian Kebudayaan, Kamis (22/10/2026).

Dalam kesempatan itu, Wamenhaj menyampaikan bahwa sejarah haji Indonesia bukan sekadar catatan perjalanan ibadah, melainkan bagian dari sejarah intelektual, sosial, dan perjuangan bangsa yang perlu diwariskan kepada generasi mendatang.

“Sejarah haji Indonesia bukan semata-mata tentang perjalanan ibadah ke Tanah Suci. Di dalamnya terdapat jejak perjuangan, pertukaran ilmu, dan kontribusi ulama serta santri dalam membangun kesadaran kebangsaan. Melalui kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan, kami ingin menjajaki upaya merawat warisan sejarah ini agar dapat dipelajari oleh masyarakat luas,” ujarnya.

Menurutnya, Museum Haji Indonesia ini diharapkan dapat menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk mengenal perjalanan haji dan memahami kontribusinya dalam sejarah bangsa.

“Dengan demikian, nilai-nilai perjuangan dan pengabdian para pendahulu dapat terus diwariskan,” kata Wamenhaj.

Lebih jauh, Museum Haji Indonesia juga diharapkan menjadi ruang publik untuk menghimpun dan memperkenalkan arsip, foto, dokumen perjalanan, serta artefak yang merekam perkembangan penyelenggaraan haji dan kehidupan umat Islam Indonesia dari masa ke masa. Upaya ini juga membuka peluang penelusuran sumber-sumber sejarah perhajian yang tersimpan di berbagai lembaga, termasuk museum dan arsip di Belanda.

Wamenhaj menjelaskan, sejumlah tokoh bangsa, seperti Haji Oemar Said Tjokroaminoto, Haji Ahmad Dahlan, Haji Hasyim Asy’ari, Haji Agus Salim, dan Haji Samanhudi, menjadi bagian penting dalam sejarah pergerakan kebangsaan, pendidikan, dan pembaruan sosial keagamaan di Indonesia.

“Lebih dari sekadar tempat penyimpanan benda bersejarah, Museum Haji Indonesia berpotensi menjadi pusat edukasi, penelitian, dan literasi sejarah yang terbuka bagi masyarakat,” ujarnya.

Penjajakan kerja sama ini, kata Wamenhaj, menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi Kemenhaj dengan Kemenbud dalam melestarikan warisan sejarah nasional dan memperluas akses publik terhadap sejarah perhajian Indonesia. (hay)

Comments

No comments yet. Be the first to comment.

Leave a Comment

Your email will not be published.
Your comment will appear after admin approval.