Logo

Kemenhaj dan OJK Perkuat Sinergi Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

Jul 09, 2026 Editorial • 16 views

AMPHURI.ORG, JAKARTA–Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Jaenal Effendi mengatakan, pengembangan ekosistem ekonomi haji membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar manfaat ekonomi penyelenggaraan haji dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.

“Pengembangan ekosistem ekonomi haji tidak hanya berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah haji, tetapi juga bagaimana seluruh sektor pendukungnya mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian nasional. Karena itu, sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk OJK, menjadi penting untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah sebagai bagian dari pembangunan ekosistem ekonomi haji,” ujar Jaenal, saat melakukan pertemuan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Kantor Kemenhaj, Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, langkah ini sebagai upaya memperkuat sinergi dengan OJK dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah melalui inisiatif Gerakan Menabung Haji Pelajar.

Penguatan sinergi ini menjadi bagian dari upaya mendorong budaya perencanaan keuangan sejak dini melalui pemanfaatan produk tabungan haji syariah, sekaligus memperkuat pengembangan ekosistem ekonomi haji yang berkelanjutan.

“Perencanaan keuangan yang baik menjadi salah satu fondasi dalam mempersiapkan ibadah haji. Kolaborasi antarpemangku kepentingan diharapkan mampu memperkuat edukasi keuangan syariah sehingga masyarakat semakin siap merencanakan ibadah haji sejak dini sesuai kemampuan dan perencanaan keuangannya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK, Ismail Riyadi, memaparkan Gerakan Menabung Haji Pelajar, sebuah inisiatif OJK yang bertujuan membangun budaya perencanaan dan pengelolaan keuangan sejak usia dini dengan menjadikan ibadah haji sebagai salah satu tujuan keuangan jangka panjang.

Program ini dikembangkan melalui kolaborasi dengan Kemenhaj, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), industri jasa keuangan syariah, lembaga pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di kalangan pelajar.

Ismail mengatakan pelajar merupakan kelompok strategis dalam pembentukan perilaku pengelolaan keuangan sehingga diperlukan kolaborasi lintas sektor agar implementasi program dapat berjalan secara optimal dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

“Gerakan Menabung Haji Pelajar diharapkan tidak hanya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah, tetapi juga menumbuhkan budaya perencanaan keuangan sejak dini sehingga semakin banyak generasi muda yang memiliki kesiapan finansial untuk mewujudkan cita-cita berhaji,” ujar Ismail. (hay)

Comments

No comments yet. Be the first to comment.

Leave a Comment

Your email will not be published.
Your comment will appear after admin approval.