Oct 14, 2026 Editorial • 71 views
AMPHURI.ORG, MAKASSAR–Sampai saat ini, Pemerintah belum mengeluarkan larangan pemberangkatan jamaah umrah di tengah kian memanasnya eskalasi keamanan di kawasan Timur Tengah. Sejauh ini, penutupan penerbangan hanya terjadi pada rute menuju Bandara Riyadh, sementara penerbangan menuju Bandara lain seperti Madinah masih terbuka.
Demikian disampaiakn Ketua Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (DPD AMPHURI) Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), M. Azhar Gazali, dalam keterangannya di Makassar, Rabu (14/10/2026).
Ketua DPD AMPHURI Sulampua mengimbau calon jamaah umrah asal Indonesia, khususnya Sulawesi Selatan, agar tetap tenang dan tidak terburu-buru membatalkan rencana keberangkatan. Ia pun menegaskan, masyarakat perlu membedakan peningkatan kewaspadaan keamanan dengan kebijakan penghentian seluruh perjalanan umrah.
Azhar mengatakan, hingga Selasa, 13 Oktober 2026, AMPHURI belum menerima informasi resmi mengenai larangan menyeluruh dari pemerintah Indonesia maupun Arab Saudi. Karena itu, penundaan penerbangan oleh maskapai tertentu tidak serta-merta berarti seluruh pemberangkatan umrah dihentikan.
Menurutnya, peringatan keamanan di Mekkah, Jeddah, dan Thaif juga tidak otomatis menunjukkan bahwa ketiga wilayah tersebut menjadi sasaran serangan. Peringatan itu merupakan bagian dari langkah antisipasi untuk melindungi masyarakat dan mengantisipasi potensi risiko keamanan.
“Terkait kondisi jamaah umrah asal Indonesia, berdasarkan informasi resmi pemerintah Indonesia yang dipantau AMPHURI, belum terdapat laporan warga negara Indonesia yang menjadi korban langsung akibat perkembangan situasi keamanan tersebut,” kata Azhar.
Lebih lanjut, Azhar menambahkan, keputusan keberangkatan tetap harus mempertimbangkan perkembangan kondisi keamanan dan keselamatan jamaah. Calon jamaah diminta berkoordinasi dengan biro perjalanan masing-masing untuk memastikan jadwal penerbangan dan mengantisipasi kemungkinan perubahan perjalanan.
Bila situasi di bandara mengakibatkan jamaah tertahan atau mengalami kendala kepulangan, Azhar menyarankan biro perjalanan agar mengupayakan akomodasi hotel sesuai kebutuhan dan kondisi yang dihadapi.
Azhar menambahkan, AMPHURI mencatat, jumlah jamaah umrah yang berangkat melalui penerbangan dari Makassar mencapai sekitar 3.000 hingga 4.000 orang setiap bulan. Besarnya jumlah tersebut membuat koordinasi antara jamaah, biro perjalanan, maskapai, dan pemerintah menjadi penting agar informasi yang diterima masyarakat tetap akurat.
Karena itu, Azhar mengingatkan calon jamaah agar terus memantau informasi resmi dan tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan kabar yang belum terverifikasi. Keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama, tanpa menganggap seluruh perjalanan umrah telah dihentikan. (hay)
No comments yet. Be the first to comment.
May 25, 2026 • 55,254 views
Nov 21, 2025 • 32,932 views
May 27, 2026 • 12,035 views
Jun 01, 2026 • 10,835 views
Oct 14, 2026 • 32 views
Oct 13, 2026 • 34 views
Oct 12, 2026 • 136 views
Oct 11, 2026 • 400 views