May 31, 2026 Redaksi • 21 views
AMPHURI.ORG, MEKKAH—Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf, memimpin rapat evaluasi pelaksanaan layanan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) sesaat setelah seluruh jamaah haji Indonesia meninggalkan Mina dan kembali ke hotel masing-masing di Mekkah. Fase Mina pun dinyatakan selesai.
“Berakhirnya fase Mina bukan berarti tugas kita selesai. Justru saat inilah seluruh catatan lapangan harus dihimpun dan dievaluasi secara menyeluruh agar menjadi dasar perbaikan penyelenggaraan haji tahun depan,” tegas Menhaj Irfan dalam arahannya di rapat evaluasi yang digelar di Kantor Daerah Kerja (Daker) Mekkah, Sabtu (30/5/2026).
Menhaj meminta seluruh jajaran penyelenggara melakukan evaluasi menyeluruh terhadap layanan Armuzna, mulai dari pergerakan jamaah, layanan tenda, konsumsi, transportasi, kesehatan, hingga tata kelola mabit di Muzdalifah dan pelaksanaan murur.
Menurutnya, penyelenggaraan haji 2026 secara umum berjalan dengan baik dan terkendali. Namun demikian, pemerintah tetap membuka ruang evaluasi terhadap berbagai masukan dari jamaah, petugas, DPR RI, maupun pemangku kepentingan lainnya demi meningkatkan kualitas pelayanan pada musim haji mendatang
Menhaj menegaskan bahwa evaluasi tahun ini akan dilakukan lebih awal karena Pemerintah Arab Saudi telah menyampaikan garis waktu awal penyelenggaraan haji 2027 kepada Indonesia. Dengan demikian, proses perencanaan, pengadaan layanan, dan penyempurnaan tata kelola dapat dilakukan lebih matang dan terukur.
“Kita ingin seluruh pengalaman lapangan tahun ini menjadi pelajaran berharga. Evaluasi harus dilakukan sejak dini agar layanan haji 2027 semakin tertata, semakin ramah lansia, lebih responsif terhadap kebutuhan jamaah, serta mampu menghadirkan ibadah yang aman, nyaman, dan membahagiakan,” ujar Menhaj.
Rapat evaluasi juga membahas kesiapan memasuki fase pemulangan jamaah haji Indonesia ke Tanah Air yang akan dimulai pada 1 Juni 2026. Menhaj meminta seluruh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tetap menjaga kualitas layanan, khususnya pendampingan bagi jamaah yang masih menyelesaikan tawaf ifadah, jamaah lanjut usia, serta jamaah dengan risiko kesehatan tinggi.
Menutup rapat, Menhaj menyampaikan apresiasi kepada seluruh jamaah haji Indonesia atas kedisiplinan selama fase Armuzna serta kepada seluruh petugas yang telah bekerja penuh dedikasi dalam melayani jamaah di tengah tingginya mobilitas dan kepadatan selama puncak ibadah haji.
“Terima kasih kepada seluruh jamaah dan petugas haji Indonesia. Semangat kebersamaan, kedisiplinan, dan pelayanan yang diberikan selama Armuzna menjadi modal penting untuk terus memperbaiki kualitas penyelenggaraan haji Indonesia pada masa yang akan datang,” pungkasnya. (hay)
No comments yet. Be the first to comment.
May 25, 2026 • 52,005 views
Nov 21, 2025 • 3,286 views
Nov 03, 2025 • 1,486 views
May 27, 2026 • 1,164 views
May 31, 2026 • 22 views
May 30, 2026 • 15 views
May 30, 2026 • 81 views
May 29, 2026 • 10 views