Jun 21, 2026 Editorial • 15 views
Oleh: Ulul Albab
MENJELANG Mukernas AMPHURI 2026, sebagai Ketua Litbang saya semakin sering memikirkan pertanyaan ini: “Apa sebenarnya masa depan yang ingin dibangun oleh AMPHURI?” Pertanyaan ini penting karena dunia di sekitar kita sedang berubah sangat cepat.
Kementerian Haji dan Umrah telah lahir. Kebijakan umrah secara mandiri sudah jalan. Digitalisasi terus bergerak. Artificial Intelligence sudah masuk ke berbagai sektor pelayanan. Influencer dan media sosial mengubah cara jamaah memperoleh informasi dan mengambil keputusan. Sementara itu, Arab Saudi melalui Vision 2030 melakukan transformasi besar-besaran yang akan mempengaruhi industri haji dan umrah global dalam jangka panjang.
Nah, di tengah perubahan sebesar itu, saya melihat AMPHURI berada pada sebuah persimpangan yang menarik.
Selama ini AMPHURI telah menjalankan peran yang sangat penting sebagai “trade association”. Sebagai wadah berhimpun para pelaku industri. Sebagai mitra dialog pemerintah. Sebagai organisasi yang memperjuangkan kepentingan anggota. Peran itu sangat penting dan memang harus terus dijaga.
Namun saya merasa, masa depan menuntut sesuatu yang lebih besar. Saya membayangkan AMPHURI tidak hanya dikenal karena kemampuannya merespons persoalan industri, tetapi juga karena kemampuannya membaca masa depan industri.
Tidak hanya hadir ketika regulasi diterbitkan, tetapi ikut memberikan arah sebelum regulasi itu lahir. Tidak hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga menghasilkan gagasan. Tidak hanya berbicara tentang masalah, tetapi juga menawarkan solusi berbasis data dan pengetahuan.
Di banyak negara, organisasi industri yang paling berpengaruh bukanlah organisasi yang paling sering berbicara. Tetapi organisasi yang paling dipercaya karena kualitas pemikirannya.
Mereka menghasilkan kajian, menerbitkan laporan masa depan, menyusun policy brief, mengembangkan indeks, menjadi rujukan pemerintah, media, akademisi, dan masyarakat. Mereka tidak sekedar mengikuti perubahan, tetapi justru membantu menentukan arah perubahan.
Menurut saya, inilah peluang besar yang sedang berada di depan AMPHURI. Pasalnya AMPHURI memiliki anggota yang berpengalaman, memiliki jaringan yang luas, memiliki akses terhadap data dan realitas lapangan yang sangat kaya. Semua modal itu sesungguhnya cukup untuk melahirkan tradisi baru, yaitu: “tradisi berpikir strategis.”
Karena itu saya berharap Mukernas kali ini tidak hanya menghasilkan program kerja. Saya berharap Mukernas melahirkan sebuah visi. Visi untuk menjadikan AMPHURI bukan sekadar organisasi profesi, bukan sekadar asosiasi industri, tetapi juga pusat pemikiran industri haji dan umrah Indonesia.
Sebuah organisasi yang mampu menghasilkan “Future of Umrah Report, Trust Index, Industry Observatory, Policy Brief,” dan berbagai kajian strategis lainnya. Pertanyaannya tinggal satu: Apakah kita berani memulainya sekarang?
~ Ulul Albab, Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) DPP AMPHURI
No comments yet. Be the first to comment.
May 25, 2026 • 53,630 views
Nov 21, 2025 • 6,743 views
May 27, 2026 • 4,803 views
Nov 03, 2025 • 2,088 views
Jun 19, 2026 • 82 views
Jun 18, 2026 • 80 views
Jun 17, 2026 • 63 views