Logo

Dirjen Puji: Kemenhaj Telah Lakukan Transformasi Layanan pada Haji 2026

Jun 20, 2026 Editorial • 18 views

AMPHURI.ORG, PALANGKARAYA—Berbagai transformasi layanan haji yang diterapkan Kementerian Haji dan Umrah pada penyelenggaraan Haji 1447H/2026M. Transformasi tersebut mencakup pembagian kuota berbasis daftar tunggu (waiting list), pemeriksaan istithaah kesehatan sebelum pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), efisiensi biaya haji tanpa mengurangi kualitas layanan, percepatan proses visa dan dokumen, serta peningkatan kompetensi petugas melalui pelatihan intensif.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Puji Raharjo, saat menjadi pembicara dalam kegiatan Praktikum Manasik Haji 2026 mahasiswa UIN Palangka Raya, pada Jumat (20/6/2026) sebagaimana dilansir keterangan pers Kemenhaj, di laman resminya, haji.go.id.

“Selain itu, Kemenhaj juga memperkuat tata kelola layanan di Arab Saudi melalui penetapan dua syarikah, yakni Rakeen Mashariq dan Al Bait Guests, guna memastikan pelayanan yang lebih profesional, terukur, dan berorientasi pada kepuasan jamaah,” paparnya.

Puji Raharjo menegaskan bahwa transformasi yang dilakukan Kemenhaj pada penyelenggaraan Haji 2026 telah menghasilkan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh jamaah. Berbagai perbaikan layanan tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Arab Saudi dan Presiden Republik Indonesia karena dinilai mampu meningkatkan kualitas pelayanan, kenyamanan, serta tata kelola penyelenggaraan haji Indonesia.

Lebih lanjut, Puji mengatakan, penguatan tata kelola, peningkatan koordinasi layanan, serta berbagai inovasi yang diterapkan selama operasional haji menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji Indonesia.

“Transformasi layanan haji dilakukan untuk menghadirkan penyelenggaraan haji yang semakin profesional, efektif, aman, dan memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UIN Palangka Raya, Ahmad Dakhoir, menyampaikan bahwa capaian Rekor MURI tersebut menjadi kebanggaan sekaligus bukti tingginya antusiasme mahasiswa dalam memahami manasik haji dan nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya.

Menurutnya, manasik haji tidak hanya menjadi sarana pembelajaran tata cara ibadah, tetapi juga media pembentukan karakter, refleksi diri, dan penguatan nilai-nilai keislaman bagi generasi muda.

Sebanyak 1.675 mahasiswa UIN Palangka Raya mengikuti Praktikum Manasik Haji 2026 dan berhasil memecahkan Rekor MURI sebagai kegiatan manasik haji dengan peserta mahasiswa terbanyak di Indonesia.

Dalam kegiatan Praktikum Manasik Haji 2026 juga menghadirkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Tengah Hasan Basri, unsur Densus 88 Anti Teror Polri, serta jajaran pimpinan UIN Palangka Raya sebagai narasumber.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran tata cara ibadah haji, tetapi juga momentum memperkenalkan transformasi penyelenggaraan haji Indonesia kepada generasi muda sekaligus menanamkan nilai moderasi, spiritualitas, dan pengabdian. (hay)


Comments

No comments yet. Be the first to comment.

Leave a Comment

Your email will not be published.
Your comment will appear after admin approval.