Logo

Kemenhaj: Bali Expo Catat Dampak Ekonomi Rp1,45 Miliar

Oct 11, 2026 Editorial • 28 views

AMPHURI.ORG, DENPASAR—Gelaran Bali Expo UMKM dan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah 2026 berhasil membukukan sekitar Rp1,45 miliar dan memfasilitasi proses kurasi 30 UMKM untuk masuk ke platform digital Haji dan Umrah Store. Upaya ini menjadi bagian dari langkah Kementerian Haji dan Umrah dalam memperkuat ekosistem ekonomi haji dan umrah yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU), Jaenal Effendi, dalam keterangannya, di Denpasar, Minggu (11/10/2026).

Menurutnya, dari sisi dampak ekonomi, nilai Rp1,45 miliar tersebut berasal dari aktivitas usaha dan sektor pendukung selama penyelenggaraan expo, termasuk transaksi tenant UMKM, akomodasi hotel, kuliner, serta oleh-oleh. Ia pun menegaskan bahwa pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah perlu diarahkan pada produk yang sesuai dengan kebutuhan jamaah sekaligus memiliki potensi pasar yang luas.

“Peluang ekonomi haji dan umrah tidak terbatas pada bumbu dan makanan siap saji, tetapi juga mencakup perlengkapan haji, pangan olahan, busana, kerajinan, hingga oleh-oleh. Potensi ini perlu dimanfaatkan untuk memperluas pasar produk UMKM,” ujar Jaenal di Denpasar,

Jaenal menjelaskan, Bali Expo diikuti 58 pelaku usaha, dengan sekitar 70 persen di antaranya merupakan produsen. Produk yang ditampilkan mencakup kebutuhan haji dan umrah, fesyen, produk unggulan dan industri kreatif, makanan dan minuman, serta layanan lainnya. Kehadiran produsen dari berbagai kategori usaha memperlihatkan beragam potensi produk yang dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pasar haji dan umrah.

Untuk memperluas jejaring bisnis, lanjut Jaenal, pihaknya memfasilitasi business matching yang mempertemukan empat pelaku UMKM yang telah melakukan ekspor dengan peserta tenant melalui talkshow dan storytelling. Forum ini menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai pengembangan usaha dan kesiapan produk untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Selain itu, kata Jaenal, sebanyak 30 UMKM sedang menjalani proses kurasi untuk masuk ke platform digital Haji dan Umrah Store. Platform ini diharapkan memperluas jangkauan pemasaran produk sekaligus memudahkan akses terhadap produk yang dibutuhkan dalam ekosistem haji dan umrah.

Jaenal pun menekankan bahwa perluasan akses pasar perlu diikuti kesiapan produk, kapasitas produksi, dan kolaborasi antarpelaku usaha. Salah satu langkah yang didorong adalah pembentukan konsorsium ekspor yang dikoordinasikan oleh eksportir berpengalaman untuk menjaga kualitas produk, kesinambungan pasokan, dan kepastian pasar.

“Strategi ini diharapkan memperkuat daya saing produk UMKM Indonesia di pasar internasional,” katanya.

“Apa yang telah kita capai hari ini adalah fondasi. Namun, fondasi saja tidak cukup. Kita membutuhkan komitmen berkelanjutan dari semua pihak untuk mewujudkan ekosistem haji dan umrah yang berdaya saing dan berkelanjutan,” sambungnya. (hay)

Comments

No comments yet. Be the first to comment.

Leave a Comment

Your email will not be published.
Your comment will appear after admin approval.