Jul 01, 2026 Editorial • 18 views
AMPHURI.ORG, SURABAYA—Di tengah fase akhir proses pemulangan jamaah haji Indonesia 1447H/2026M, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mulai menyiapkan langkah strategis untuk penyelenggaraan ibadah haji 1448H/2027M. Salah satunya melalui pembahasan pemanfaatan Bandara Internasional Dhoho Kediri sebagai embarkasi haji baru. Persiapan penyelenggaraan haji harus dilakukan jauh sebelum musim haji dimulai agar setiap kebijakan benar-benar memberikan manfaat bagi jamaah.
Demikian disampaikan Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf dalam arahannya pada Rapat Koordinasi Persiapan Bandara Dhoho Kediri di Asrama Haji Kelas I Surabaya, Rabu (1/7/2026).
“Semua kebijakan yang kita ambil harus berorientasi pada kemaslahatan jamaah dan efisiensi penyelenggaraan haji,” tegas Menhaj, dalam siaran pers Kemenhaj yang dilansir laman resmi Kemenhaj, haji.go.id.
Menurut Menhaj, pengembangan embarkasi baru bukan sekadar menambah fasilitas, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun sistem pelayanan haji yang semakin berkualitas.
“Yang kita bangun bukan hanya fasilitas, tetapi sistem pelayanan haji yang semakin baik. Seluruh persiapan harus dilakukan secara matang agar penyelenggaraan haji 2027 menghadirkan pelayanan yang lebih mudah, lebih efisien, dan semakin berpihak kepada jamaah,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pelayanan Haji Ian Heriyawan memaparkan hasil pembahasan awal mengenai potensi Bandara Dhoho sebagai embarkasi haji baru. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus mencari alternatif operasional yang lebih efisien.
Saat ini, penerbangan haji Embarkasi Surabaya masih menghadapi tantangan karena Bandara Juanda belum dapat melayani pesawat berbadan lebar Boeing 777-300. Akibatnya, penerbangan masih menggunakan Airbus A330-300 yang memerlukan technical landing untuk pengisian bahan bakar saat keberangkatan maupun kepulangan sehingga berdampak pada meningkatnya biaya operasional.
“Bandara Dhoho memiliki potensi menjadi embarkasi haji baru. Namun, seluruh aspek pendukung harus dipastikan siap agar pelayanan kepada jamaah dapat berjalan optimal,” jelas Ian.
Dalam kesempatan yang sama, Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur, Mohammad As’Adul Anam, menyampaikan bahwa berdasarkan proyeksi penyelenggaraan haji 2027, Embarkasi Dhoho diperkirakan akan melayani sekitar 10.548 jamaah dari wilayah eks Karesidenan Kediri dan Madiun, termasuk usulan penambahan Kabupaten Jombang dan Kabupaten Bojonegoro.
“Penambahan Kabupaten Jombang dan Kabupaten Bojonegoro didasarkan pada pertimbangan jarak tempuh yang lebih dekat menuju Bandara Dhoho dibandingkan Embarkasi Surabaya. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan jamaah sekaligus mendukung pemerataan layanan embarkasi haji di Jawa Timur,” ujar Anam.
Pembahasan ini menjadi bagian dari komitmen Kemenhaj untuk menyiapkan penyelenggaraan ibadah haji 2027 sejak dini. Melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, otoritas kebandarudaraan, dan seluruh pemangku kepentingan, Kemenhaj berharap setiap kebijakan yang dihasilkan mampu menghadirkan layanan haji yang semakin efektif, efisien, serta berorientasi pada kenyamanan dan kemaslahatan jamaah. (hay)
No comments yet. Be the first to comment.
May 25, 2026 • 53,852 views
Nov 21, 2025 • 8,994 views
May 27, 2026 • 5,899 views
Jun 26, 2026 • 3,055 views
Jul 01, 2026 • 18 views
Jun 29, 2026 • 15 views
Jun 27, 2026 • 73 views
Jun 27, 2026 • 13 views