Aug 06, 2026 Editorial • 16 views
AMPHURI.ORG, JAKARTA–Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total belanja oleh-oleh jamaah haji Indonesia pada musim haji 2026 tembus Rp 1,96 triliun. Angka ini menyedot porsi hingga 46,10 persen dari total pengeluaran pribadi jamaah yang mencapai Rp 4,25 triliun. Tentunya, hal tersebut sangat menguntungkan Arab Saudi karena turut memberikan kontribusi terhadap perekonomian mereka.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf berencana menyiapkan platform khusus belanja oleh-oleh bagi para jamaah. Inovasi ini disiapkan agar jamaah bisa membeli oleh-oleh tanpa harus repot mengangkutnya dari Arab Saudi.
“Seperti yang saya sampaikan tadi, salah satunya kita mencoba membuka platform oleh-oleh di sini. Artinya jamaah haji membeli oleh-oleh di Indonesia. Harapan kami sebelum mereka pulang ke Tanah Air, oleh-oleh sudah sampai di rumah,” ujar Gus Irfan, sapaan akrabnya, di Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Meski demikian, Menhaj mengakui tantangan terbesar ada pada pola pikir dan kebiasaan jamaah. Banyak jamaah yang merasa belum afdal jika tidak membawa barang langsung dari Saudi, padahal produk yang dijual kerap kali identik dengan yang ada di pasar lokal seperti Tanah Abang.
“Tapi ini juga tergantung pada culture dari jamaah haji kita di mana membeli oleh-oleh dari Saudi itu lebih afdal menurut mereka. Walaupun barangnya sama dengan yang di Tanah Abang. Itu tugas kita semua memberikan edukasi kepada para calon jamaah haji kita,” tambahnya.
BPS mencatat estimasi total pengeluaran pribadi jamaah haji Indonesia 2026 mencapai Rp 4,25 triliun. Angka ini gabungan dari jamaah haji reguler sebesar Rp 3,39 triliun dan jamaah haji khusus sebesar Rp 857,3 miliar.
Selain oleh-oleh sebesar Rp 1,95 triliun, pos pengeluaran pribadi jamaah lainnya seperti obat-obatan dan kebutuhan lain sebesar Rp 734,3 miliar. Pembayaran dam (wajib) Rp 669,9 miliar, makanan tambahan, jajanan dan minuman mencapai Rp 542,6 miliar. Sementara untuk keperluan transportasi tambahan sebesar Rp 257,4 miliar dan paket data atau internet sebesar Rp 86,2 miliar.
BPS mengkalkulasi total perputaran uang dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026-menggabungkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dan pengeluaran pribadi-mencapai Rp 29,25 triliun. Rinciannya terdiri dari BPIH haji reguler Rp 17,77 triliun, BPIH haji khusus Rp 7,23 triliun, dan pengeluaran pribadi Rp 4,25 triliun.
Dari data tersebut, setidaknya sekitar 70 persen atau Rp 20,48 triliun dana jamaah dibelanjakan untuk barang dan jasa di Saudi. Sementara produk yang benar-benar berasal atau diproduksi di Indonesia baru menyerap sekitar 30 persen atau Rp 8,78 triliun. (hay)
No comments yet. Be the first to comment.
May 25, 2026 • 54,427 views
Nov 21, 2025 • 16,601 views
May 27, 2026 • 8,554 views
Jun 01, 2026 • 5,317 views
Aug 06, 2026 • 127 views
Aug 06, 2026 • 23 views
Aug 06, 2026 • 59 views
Aug 06, 2026 • 10 views