Sep 14, 2026 Editorial • 22 views
AMPHURI.ORG, JAKARTA—Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mengingatkan seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bahwa melayani jamaah bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh integritas. Selain itu, Menhaj pun mengajak seluruh aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenhaj berhenti sejenak untuk melihat kembali makna pengabdian dan bertanya kepada diri sendiri untuk siapa pekerjaan mereka dijalankan.
Hal ini disampaikan Menhaj dalam acara Doa dan Zikir Hari Khidmat Haji dan Umrah, di Kantor Kemenhaj, Jakarta, pada Senin (14/9/2026).
“Untuk siapa kita bekerja? Jawabannya sederhana, untuk jamaah,” ujar Menhaj, seperti dikutip kanal resmi Kemenhaj, haji.go.id.
Menurut Menhaj Gus Irfan, sapaan akrabnya, di balik setiap tugas pelayanan terdapat jamaah yang telah menunggu bertahun-tahun untuk memenuhi panggilan Allah. Ada orang tua yang menabung dengan sabar dan ada keluarga yang mempersiapkan perjalanan ke Tanah Suci dengan penuh harapan.
Karena itu, kata Gus Irfan, setiap pekerjaan dalam penyelenggaraan haji memiliki tanggung jawab yang besar. Khidmat, lanjutnya, tidak selalu hadir dalam pekerjaan yang besar. Memeriksa dokumen dengan teliti, menjawab pertanyaan jamaah dengan sabar, hingga bekerja lebih lama agar urusan orang lain menjadi lebih mudah merupakan bagian dari pengabdian.
“Kadang khidmat adalah memilih untuk tetap jujur ketika tidak ada seorang pun yang melihat. Di situlah integritas diuji,” katanya.
Menhaj menegaskan, integritas bukan sekadar slogan, tetapi kesesuaian antara apa yang dikatakan dan dikerjakan. Nilai tersebut harus menjadi budaya dalam setiap pelayanan Kemenhaj.
Lebih lanjut, Gus Irfan berharap Kemenhaj menjadi rumah bagi orang-orang yang bekerja dengan hati, tidak sekadar mengejar kesempurnaan atau penghargaan, tetapi terus memperbaiki diri dan menghadirkan manfaat, terutama bagi jamaah.
“Kita tidak sedang mencari siapa yang paling banyak bekerja. Kita sedang membangun siapa yang paling sungguh-sungguh mengabdi,” tutur Menhaj.
Menhaj mengingatkan seluruh jajaran bahwa jabatan dan masa kerja pada akhirnya akan berakhir. Namun, amanah yang telah dijalankan akan tetap dipertanggungjawabkan. Karena itu, ia mengajak seluruh ASN Kemenhaj menjadikan Hari Khidmat bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi pengingat atas alasan mengapa mereka berada di Kemenhaj.
“Mari terus berkhidmat. Bukan untuk mencari pujian, bukan untuk mengejar penghargaan, tetapi karena kita ingin pekerjaan kita menjadi bagian dari kebaikan,” pungkasnya. (hay)
No comments yet. Be the first to comment.
May 25, 2026 • 54,932 views
Nov 21, 2025 • 31,356 views
May 27, 2026 • 10,636 views
Jun 01, 2026 • 8,822 views
Sep 14, 2026 • 30 views
Sep 14, 2026 • 232 views
Sep 14, 2026 • 30 views
Sep 14, 2026 • 27 views