Logo

Menhaj Minta Petugas Haji untuk Jaga Kualitas Layanan hingga Seluruh Jamaah Kembali ke Tanah Air

Jun 05, 2026 Redaksi • 17 views

AMPHURI.ORG, MADINAH–Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, mengingatkan seluruh petugas haji untuk tetap menjaga kualitas pelayanan hingga seluruh jamaah kembali ke Indonesia. Berakhirnya puncak ibadah haji bukan berarti berakhirnya tugas pelayanan kepada jamaah.

“Haji belum selesai. Saya meminta seluruh petugas tetap menjaga kualitas pelayanan hingga jamaah terakhir tiba kembali di Tanah Air pada 1 Juli mendatang,” ujar Menhaj yang akrab disapa Gus Irfan dalam keterangan resminya di Madinah, Sabtu (6/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Gus Irfan mengapresiasi kinerja petugas haji yang mendapat respons positif dari berbagai pihak, mulai dari tahap persiapan, keberangkatan, hingga pelaksanaan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Namun, menurutnya, capaian tersebut tidak boleh membuat petugas lengah.

“Kalau pelayanan baik sejak awal, tetapi di akhir ada masalah, maka yang akan diingat publik adalah masalah tersebut. Karena itu, performa pelayanan harus dijaga sampai hari terakhir,” tegasnya.

Menhaj juga mengimbau jamaah untuk tetap menjaga kesehatan selama berada di Madinah. Cuaca panas dan aktivitas ibadah yang padat masih berpotensi memengaruhi kondisi fisik jamaah meskipun rangkaian puncak haji telah selesai.

“Kami Dalam evaluasi sementara penyelenggaraan haji tahun ini, Menhaj mencatat dua aspek yang masih memerlukan perhatian, yakni layanan di Mina dan kesehatan jamaah.

Menurutnya, kompleksitas layanan di Mina lebih tinggi dibandingkan Arafah karena jamaah berada lebih lama di lokasi tersebut sehingga potensi permasalahan juga lebih besar.

Sementara pada aspek kesehatan, Menhaj menyebut pemerintah Arab Saudi memberikan apresiasi atas upaya Indonesia dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan jamaah. Hal itu tercermin dari menurunnya angka kematian jamaah secara signifikan dibanding tahun sebelumnya.

“Angka kematian jamaah turun hampir 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ini menunjukkan kerja keras seluruh petugas kesehatan, meskipun masih menjadi pekerjaan rumah yang harus terus diperbaiki,” ujarnya.

Menhaj Gus Irfan juga mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mengevaluasi model layanan kesehatan haji, termasuk keberadaan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Evaluasi dilakukan seiring perubahan regulasi Arab Saudi yang tidak lagi memperkenankan KKHI memberikan layanan rawat inap.

“Kita sedang mengkaji model layanan yang paling efektif sesuai regulasi terbaru. Salah satu opsi yang dibahas adalah memperkuat klinik satelit dan mempercepat sistem rujukan ke rumah sakit Saudi,” katanya.

Selain evaluasi layanan tahun ini, Kemenhaj juga mulai mempersiapkan penyelenggaraan haji 2027. Pemerintah Arab Saudi telah menetapkan sejumlah jadwal dan ketentuan baru, mulai dari sistem pembayaran, kontrak layanan, hingga kebutuhan tenaga kesehatan yang harus dipenuhi setiap negara pengirim jamaah.

Menhaj menambahkan, berbagai perubahan tersebut menuntut persiapan lebih awal agar pelayanan kepada jamaah Indonesia dapat terus ditingkatkan pada musim haji mendatang.

“Kami bersyukur pelaksanaan haji tahun ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Arab Saudi. Namun evaluasi dan perbaikan akan terus dilakukan agar pelayanan kepada jamaah Indonesia semakin baik dari tahun ke tahun,” pungkasnya. (hay)

Comments

No comments yet. Be the first to comment.

Leave a Comment

Your email will not be published.
Your comment will appear after admin approval.