Aug 19, 2026 Editorial • 22 views
AMPHURI.ORG, JAKARTA–Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) terus memantau secara intensif perkembangan penanganan dampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Mbay–Nagekeo, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026, terutama terhadap aktivitas dan ekosistem pariwisata di kawasan terdampak.
Dalam keterangan resminya, di Jakarta, Rabu (19/8/2026), Kemenpar menyebut berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT per 18 Agustus 2026, tercatat 69 orang meninggal dunia, 331 orang luka-luka, dan 34.689 orang mengungsi. Kemudian sebanyak 19.297unit rumah mengalami kerusakan, dengan rincian 6.463 rumah rusak berat, 2.481 rumah rusak sedang, dan 12.006 rumah rusak ringan.
Hingga saat ini, aktivitas gempa susulan masih berlangsung. Setidaknya, BMKG mencatat sebanyak 2.403 gempa susulan hingga 18 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB, termasuk 24 kejadian dengan magnitudo di atas 5.
Di tengah proses penanganan dampak bencana, Kemenpar memastikan aktivitas pariwisata di sejumlah destinasi utama, terutama Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo, mulai berangsur normal. Hal ini berdasarkan pemantauan BPOLBF, Pelabuhan Marina Labuan Bajo telah beroperasi normal dan akses pelayaran menuju Taman Nasional Komodo kembali dibuka.
Begitu pula dengan aktivitas wisata di Pulau Padar, Loh Liang di Pulau Komodo, Loh Buaya di Pulau Rinca, dan Gili Lawa juga telah kembali berjalan normal. Jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut tercatat mencapai lebih dari 2.000 orang per hari pada 17 Agustus 2026.
Sementara destinasi lainnya, seperti Pulau Kelor dan Kampung Adat Todo di Manggarai, tetap ramai dikunjungi dan beroperasi seperti biasa. Sementara itu, destinasi Batu Cermin telah kembali dibuka sejak 16 Agustus 2026.
Dari sisi akomodasi di Manggarai Barat, mayoritas hotel besar, antara lain Ayana, Crowne Plaza, Sudamala, Ta’aktana Marriott, dan Meruorah, saat ini dalam kondisi aman dengan kerusakan ringan. Pasokan listrik dan jaringan internet juga telah kembali normal serta tidak terdapat laporan tamu yang mempercepat kepulangan.
Sementara itu, Hotel Jayakarta mengalami kerusakan struktural berat sehingga ditutup sementara. Seluruh tamu telah dievakuasi dan mendapat penanganan dari pihak hotel.
Meski aktivitas pariwisata di Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo berangsur normal, sejumlah destinasi lainnya masih memerlukan perhatian khusus dan ditutup sementara sebagai langkah kehati-hatian demi keselamatan wisatawan. Diantaranya Wae Rebo dan Ruteng Pu’u di Manggarai, Taman Nasional Kelimutu di Ende akibat longsoran dinding kawah, Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Gugus Pulau Teluk Maumere di Sikka, serta sejumlah kawasan wisata di Kabupaten Ngada dan Nagekeo yang masih terkendala jaringan komunikasi dan pasokan listrik.
Selain itu, sektor penerbangan juga mengalami sejumlah penyesuaian. Bandara Ende membatalkan seluruh penerbangan hingga 20 Agustus 2026, sedangkan Bandara Frans Sales Lega Ruteng membatalkan penerbangan Wings Air hingga 22 Agustus 2026. Untuk Bandara Komodo Labuan Bajo, Bandara Frans Seda Maumere, dan Bandara Gewayantana Larantuka tetap beroperasi dengan sejumlah penyesuaian jadwal penerbangan.
“Untuk memastikan wisatawan dan pelaku usaha memperoleh informasi yang akurat, BPOLBF membuka hotline informasi pariwisata melalui nomor 0811-3879-4555. Layanan tersebut menyediakan informasi terkini mengenai kondisi destinasi, aksesibilitas, serta akomodasi pascagempa,” tulis keterangan resmi Kemenpar, Rabu (19/8/2026).
Sejumlah wisatawan mancanegara asal Italia, Jerman, dan Prancis telah memanfaatkan layanan tersebut untuk memperoleh informasi mengenai kondisi terkini di destinasi dan mendapat konfirmasi bahwa aktivitas wisata di Labuan Bajo tetap berjalan.
Kemenpar bersama BPOLBF, pemerintah daerah, serta instansi terkait terus melakukan pendataan dan verifikasi terhadap kerusakan akomodasi, daya tarik wisata, dan fasilitas pendukung pariwisata di seluruh kabupaten terdampak.
“Koordinasi juga terus dilakukan bersama Kementerian Perhubungan dan AirNav dalam mendukung pemulihan operasional bandara melalui skema Get Airport Ready for Disaster,” tulisnya.
Kemenpar mengimbau wisatawan yang merencanakan perjalanan ke Flores untuk senantiasa mengutamakan keselamatan, memantau informasi dari sumber resmi, serta menghubungi hotline BPOLBF sebelum keberangkatan. Langkah tersebut penting mengingat aktivitas gempa susulan masih berlangsung di sejumlah wilayah.
Selain itu, Kemenpar bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus memastikan proses pemulihan sektor pariwisata berjalan dengan mengedepankan keselamatan wisatawan dan masyarakat, sekaligus menjaga keberlanjutan aktivitas pariwisata dan perekonomian masyarakat di Nusa Tenggara Timur. (hay)
No comments yet. Be the first to comment.
May 25, 2026 • 54,599 views
Nov 21, 2025 • 19,766 views
May 27, 2026 • 9,238 views
Jun 01, 2026 • 6,347 views
Aug 20, 2026 • 242 views
Aug 20, 2026 • 148 views
Aug 19, 2026 • 167 views
Aug 19, 2026 • 79 views