Logo

Setiap Jamaah Haji Aceh Terima Dana Wakaf Baitul Asyi SAR2.000

May 12, 2026 Redaksi

AMPHURI.ORG, MEKKAH–Sebanyak 5.426 jamaah haji asal Provinsi Aceh pada musim haji 1447H/2026 dipastikan menerima dana kompensasi wakaf Baitul Asyi sebesar SAR2.000 atau sekitar Rp9,2 juta per orang. Penyerahan dana secara simbolis dilakukan oleh Nadzir Waqaf Baitul Asyi, Syaikh Abdul Latif Muhammad Baltu, di Wilayah Jarwal, Mekkah, pada Selasa (12/5/2026).

Syaikh Baltu menjelaskan bahwa total dana yang dikucurkan tahun ini mencapai SAR11,2 juta. Dana tersebut merupakan hasil pengelolaan aset wakaf peninggalan Habib Abdurrahman bin Alwi Al-Habsyi, atau yang lebih dikenal sebagai Habib Bugak Asyi, yang telah berusia 220 tahun.

“Wakaf ini dijaga oleh Allah dan Kerajaan Arab Saudi. Sebagai pihak yang diberi amanah, kami terus menyalurkan hak ini kepada mereka yang layak menerimanya, yakni warga Aceh yang datang berhaji,” ujar Syaikh Baltu di Mekkah, Selasa (12/5/2026), seperti dikutip laman resmi Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) haji.go.id.

Menurut Syaikh Baltu, pemberian dana tunai ini merupakan bentuk kompensasi atas pengelolaan aset hotel milik Baitul Asyi. Sesuai ikrar wakaf aslinya, jamaah haji asal Aceh berhak mendapatkan penginapan gratis di tanah wakaf tersebut. Namun, karena saat ini hotel-hotel tersebut disewakan kepada pihak lain secara komersial, keuntungan pengelolaannya dikembalikan kepada jamaah dalam bentuk uang tunai.

“Program pembagian uang tunai ini sudah berlangsung selama 11 tahun. Total akumulasi dana yang telah dibagikan selama periode tersebut mencapai lebih dari 100 juta Riyal,” tambah Syaikh Baltu.

Diketahui Wakaf Baitul Asyi diikrarkan oleh Habib Bugak Asyi pada tahun 1224 Hijriah (1809 M) di hadapan Hakim Mahkamah Syariah Mekkah.

Saat ini, aset wakaf tersebut diperkirakan bernilai lebih dari SAR200 juta atau setara Rp5,2 triliun. Harta wakaf tersebut telah berkembang menjadi sejumlah aset strategis di sekitar Masjidil Haram, diantaranya: Hotel Ajyad, sebuah gedung 25 lantai yang berjarak 500 meter dari Masjidil Haram. Kemudian Menara Ajyad, gedung 28 lantai yang berjarak 600 meter dari Masjidil Haram. Kedua bangunan tersebut memiliki kapasitas tampung lebih dari 7.000 orang dan dilengkapi fasilitas modern.

Pada penyelenggaraan haji tahun ini, Provinsi Aceh memberangkatkan 5.426 jamaah yang terbagi dalam 14 kelompok terbang (kloter). Mayoritas jamaah Aceh masuk dalam pemberangkatan gelombang kedua yang diterbangkan langsung dari Indonesia menuju Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, sebelum bertolak ke Mekkah.

Pihak pengelola berharap dana manfaat ini dapat digunakan sebaik-baiknya oleh para jamaah untuk mendukung keperluan ibadah mereka selama di Tanah Suci. (hay)