Logo

Inilah 10 Negara dengan Kuota Haji Terbesar di Dunia Tahun 2026

Jun 02, 2026 Editorial • 9 views

AMPHURI.ORG, JAKARTA–Pelaksanaan Ibadah Haji 1447H/2026 kembali memperlihatkan besarnya antusiasme umat Islam dunia untuk menunaikan rukun Islam kelima. Di tengah jutaan jamaah yang memadati Tanah Suci, sejumlah negara tercatat menjadi penyumbang jamaah haji terbanyak tahun ini.

Terkait hal ini, pemerintah Arab Saudi pun menyatakan kesiapan penuh dalam menyambut jutaan jamaah haji dari berbagai penjuru dunia. Berbagai pelayanan di Tanah Suci, telah disiapkan secara maksimal, mulai dari transportasi, akomodasi, kesehatan, keamanan, hingga sistem digital pelayanan jamaah.

Otoritas Umum Statistik (General Authority for Statistics/GASTAT) Arab Saudi merilisjumlah jamaah haji pada musim 1447H/2026 mencapai 1.707.301 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.546.655 jamaah berasal dari 165 negara yang datang dari luar Arab Saudi, sementara 160.646 jamaah merupakan penduduk yang menunaikan ibadah haji dari dalam negeri. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan musim haji tahun lalu yang mencatat 1.673.230 jamaah. Namun, angka itu masih berada di bawah rekor 1,83 juta jamaah yang tercatat pada 2024.

Di antara 165 negara yang mengirimkan jamaah ke Arab Saudi, negara-negara Asia dan Afrika masih mendominasi daftar pengirim jamaah terbanyak.

Berikut daftar 10 negara dengan jumlah jamaah haji terbanyak pada musim haji 2026, berdasarkan data yang dihimpun dari World Population Review.

1. Indonesia: 221.000 Jamaah

Indonesia kembali menempati posisi pertama sebagai negara dengan kuota haji terbesar di dunia. Saudi menetapkan kuota sebanyak 221.000 jamaah, sama seperti tahun sebelumnya.

Jumlah tersebut terdiri dari 204.000 jamaah haji reguler dan 17.000 jamaah haji khusus. Besarnya kuota Indonesia sejalan dengan statusnya sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Permintaan keberangkatan haji dari Indonesia juga terus meningkat setiap tahun, bahkan masa tunggu di sejumlah daerah mencapai puluhan tahun.

2. Pakistan: 179.210 Jamaah

Pakistan berada di posisi kedua dengan kuota resmi sebanyak 179.210 jamaah.

Kementerian Urusan Agama Pakistan memastikan tidak ada perubahan kuota dibandingkan musim haji sebelumnya. Pemerintah Pakistan juga memperluas program Road to Makkah guna mempercepat proses imigrasi dan pemeriksaan dokumen jamaah sebelum keberangkatan.

3. India: 175.000 Jamaah

India memperoleh kuota sekitar 175.000 jamaah. Dengan populasi Muslim lebih dari 200 juta jiwa, India menjadi salah satu negara pengirim jamaah terbesar setiap tahunnya. Pemerintah India kini mengembangkan sistem digitalisasi untuk proses pendaftaran dan pelatihan calon jamaah agar lebih efisien dan transparan.

4. Bangladesh: 127.000 Jamaah

Bangladesh mempertahankan kuota 127.000 jamaah untuk musim haji 2026. Pemerintah Bangladesh menargetkan pelaksanaan haji yang lebih tertib setelah sukses menggelar musim haji 2025 tanpa kasus visa palsu maupun penipuan jamaah.

5. Iran: 87.550 Jamaah

Iran mendapatkan kuota sebanyak 87.550 jamaah. Pemerintah Teheran menyebut hubungan diplomatik yang semakin stabil dengan Saudi membuka peluang peningkatan kuota di masa mendatang.

6. Nigeria: 66.910 Jamaah

Nigeria menjadi salah satu negara yang mengalami penurunan kuota cukup besar pada tahun ini. Saudi memangkas kuota Nigeria dari sekitar 95.000 menjadi 66.910 jamaah karena kuota tahun sebelumnya tidak dimanfaatkan secara maksimal. Meski begitu, Nigeria tetap menjadi negara dengan kuota haji terbesar di kawasan Afrika.

7. Aljazair: 41.300 Jamaah

Aljazair memperoleh kuota 41.300 jamaah dan menjadi salah satu negara Afrika Utara dengan jumlah jamaah terbesar. Pemerintah Aljazair kini menerapkan sistem seleksi daring guna menekan praktik percaloan dalam proses pendaftaran haji.

8. Turki: 37.770 Jamaah

Turki mendapatkan jatah 37.770 jamaah. Lembaga keagamaan resmi pemerintah Turki, Diyanet, menyebut minat masyarakat untuk berhaji terus meningkat pascapandemi COVID-19.

9. Mesir: 35.375 Jamaah

Mesir memperoleh kuota sebanyak 35.375 jamaah. Pemerintah Mesir memperketat proses visa guna mencegah keberangkatan jamaah tidak resmi yang sempat marak dalam dua tahun terakhir.

10. Sudan: 32.000 Jamaah

Sudan menempati posisi kesepuluh dengan kuota 32.000 jamaah. Meski masih menghadapi krisis politik, pemerintah transisi Sudan memastikan tetap berkomitmen memberangkatkan jamaah secara aman dan tertib.

Transformasi Digital

Sebagaimana diketahui, Saudi terus melakukan modernisasi layanan haji. Salah satu inovasi yang kini menjadi tulang punggung adalah aplikasi Nusuk, yang memudahkan jamaah dalam mengakses berbagai layanan mulai dari perizinan hingga navigasi ibadah.

Terlebih pada penyelenggaraan haji 1447H/2026, Saudi sedari awal proses pelaksanaan menerapkan digitalisasi setiap tahapannya menunjukkan bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga cerminan kolaborasi global. (hay)

Comments

No comments yet. Be the first to comment.

Leave a Comment

Your email will not be published.
Your comment will appear after admin approval.