Logo

Inilah Cara Saudi Atasi Cuaca Panas Ekstrem di Tanah Suci

May 25, 2026 Hayat Amphuri • 11 views

AMPHURI.ORG, MEKKAH–Sekitar 1,5 juta jamaah haji kini telah berkumpul di Mekkah untuk menunaikan puncak ibadah haji 1447H/2026. Di tengah suhu musim panas yang diprediksi melonjak hingga 47 derajat Celsius, Pemerintah Arab Saudi melakukan berbagai upaya mitigasi masif guna melindungi jamaah dari ancaman sengatan panas ekstrem (heatstroke).

Melansir laporan Gulf News, Senin (25/5/2026), untuk memperlancar pergerakan di Tanah Suci dan meminimalisasi dampak cuaca, otoritas setempat kini semakin mengandalkan infrastruktur pendingin dan tutupan peneduh berskala besar. Lingkungan pejalan kaki yang tampak seperti lorong tertutup tersebut merupakan bagian dari rekayasa teknis Arab Saudi untuk menekan paparan suhu panas.

Dalam beberapa tahun terakhir, proyek peneduh skala besar terus diperluas di sepanjang rute pejalan kaki yang padat, terutama yang menghubungkan tempat-tempat suci (Armuzna). Pihak berwenang memasang kanopi-kanopi modern yang dirancang khusus untuk memblokir sinar matahari langsung. Infrastruktur ini terbukti sangat membantu meringankan kelelahan fisik jamaah yang harus menempuh perjalanan panjang di antara rangkaian ritual ibadah.

Tidak hanya mengandalkan peneduh atas, strategi mitigasi panas Saudi juga menyentuh pijakan jamaah. Pemerintah menggunakan bahan paving atau aspal khusus yang bersifat reflektif. Material ini diklaim menyerap lebih sedikit panas dibandingkan permukaan konvensional, sehingga efektif menurunkan suhu permukaan tanah pada jam-jam puncak di siang hari.

Pemerintah Saudi juga memperbanyak area istirahat tambahan (rest area) di berbagai zona yang ramai. Fasilitas ini disediakan agar para jamaah haji dapat beristirahat sejenak, mendinginkan suhu tubuh, dan memulihkan tenaga sebelum melanjutkan pergerakan.

Selain peneduh fisik, Saudi juga mengekspansi penggunaan sistem penyemprotan kabut bertekanan tinggi (misting systems) di titik-titik krusial. Sistem ini dipadukan dengan peningkatan tutupan vegetasi atau penghijauan di kawasan yang sangat padat. Kombinasi tersebut dinilai ampuh untuk menurunkan suhu udara ambien sekaligus meningkatkan kualitas udara bagi jamaah.

Persiapan infrastruktur secara teknis ini diintensifkan menyusul peringatan dari para pakar cuaca terkait ancaman panas terik di siang hari selama puncak musim haji tahun ini. (hay)


Comments

No comments yet. Be the first to comment.

Leave a Comment

Your email will not be published.
Your comment will appear after admin approval.