Logo

Kemenhaj: Ada Dua Jamaah Haji yang Masih Dirawat di Saudi

Sep 21, 2026 Editorial • 61 views

AMPHURI.ORG, JEDDAH–Pelaksanaan haji 1447H/2026 telah usai, namun hingga saat ini masih ada dua jamaah haji Indonesia yang masih harus menjalani perawatan medis di Arab Saudi. Terkait hal ini, Kementerian Haji dan Umrah terus memberikan pendampingan dan memantau perkembangan kedua jamaah tersebut.

Demikian disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Kesehatan Haji dan Umrah, dr. Dani Pramudya, dalam keterangan resminya, sebagaimana dikutip laman resmi Kemenhaj, Senin (21/9/2026).

Kapuskes Haji menegaskan, pihaknya terus memantau kondisi kedua jamaah tersebut. Keduanya masih mendapatkan penanganan medis setelah mengalami gangguan kesehatan selama berada di Saudi.

“Saat ini masih ada dua jamaah haji yang masih dirawat di Arab Saudi, satu di rawat di RS Khaybar General Hospital, Madinah dan satu jamaah lagi di rawaat di Rumah Sakit dr Samir Abbas Jeddah,” ujar Dani.

Kapuskes Haji mengatakan, kedua jamaah tersebut masing-masing berasal dari Lamongan dan Tangerang.

Lebih lanjut Dani menjelaskan, jumlah jamaah yang menjalani perawatan kesehatan tersebut telah mengalami penurunan signifikan. Pada masa awal setelah rangkaian ibadah haji selesai, tercatat sekitar 60 jamaah haji Indonesia masih menjalani perawatan di Arab Saudi. Kini, jumlah tersebut menyusut menjadi dua orang.

“Semoga dua jamaah haji yang masih dirawat di Arab Saudi segera kembali sehat dan dapat berkumpul kembali dengan keluarga di Tanah Air,” kata Dani.

Dani mengatakan, sejumlah jamaah haji Indonesia yang membutuhkan perawatan medis di Saudi mengalami berbagai penyakit serius. Di antaranya serangan jantung, stroke berat, hipertensi, diabetes atau kencing manis, serta infeksi paru.

Kondisi tersebut, kata Dani, menjadi perhatian penting dalam penyelenggaraan haji, mengingat jamaah harus menghadapi aktivitas fisik yang cukup berat serta kondisi lingkungan Saudi yang berbeda dengan Indonesia. Karena itu, aspek kesehatan akan menjadi salah satu perhatian utama dalam persiapan penyelenggaraan haji 2027.

Dani pun mengatakan, Kementerian Haji dan Umrah akan memperkuat perhatian terhadap aspek istithaah kesehatan pada penyelenggaraan haji 2027. Menurutnya, kemampuan kesehatan jamaah menjadi faktor penting agar mereka mampu menjalankan rangkaian ibadah haji dengan aman dan optimal.

“Kami berharap kepada jamaah haji tahun 2027 agar benar-benar menjaga kesehatan, baik kesehatan jasmani maupun rohani,” ujarnya.

Kapuskes Haji mengingatkan, kondisi alam di Arab Saudi memiliki karakter yang berbeda dengan Indonesia. Perbedaan suhu, cuaca, aktivitas fisik, serta kepadatan jamaah dapat menjadi tantangan tersendiri bagi kondisi tubuh.

“Menjaga kesehatan itu penting, karena kondisi alam antara di Indonesia dan di Arab Saudi itu berbeda,” katanya.

Menurut Dani, persiapan kesehatan bahkan perlu dilakukan jauh sebelum keberangkatan. Jamaah diharapkan menjaga kondisi tubuh dan mengikuti pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU) secara serius.

Dani pun berharap dengan kondisi kesehatan yang baik sejak di Tanah Air, jamaah dapat memenuhi persyaratan istithaah kesehatan dan lebih siap menghadapi rangkaian ibadah haji di Saudi.

“Dengan menjaga kesehatan, jamaah ketika melakukan MCU dapat memiliki hasil yang bagus, sehingga istithaah kesehatan terpenuhi,” Dani. (hay)

Comments

No comments yet. Be the first to comment.

Leave a Comment

Your email will not be published.
Your comment will appear after admin approval.