Oct 10, 2026 Editorial • 24 views
AMPHURI.ORG, DENPASAR—Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menghubungkan potensi 58 peserta dari berbagai sektor usaha dengan peluang ekonomi haji dan umrah dalam agenda Expo UMKM dan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah 2026 di Bali. Gelaran Kemenhaj untuk kali kedua ini berlangsung pada 10-11 Oktober 2026 di Masjid Agung Sudirman, Denpasar.
Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU), Jaenal Effendi, dalam keterangannya, di Denpasar, pada Sabtu (10/10/2026).
Jaenal mengatakan pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah membutuhkan keterlibatan pelaku usaha dalam negeri agar potensi pasar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, expo tidak hanya menjadi ruang promosi, tetapi juga sarana mempertemukan UMKM dengan dunia usaha, perbankan, dan calon mitra.
“Expo UMKM yang digelar di Bali kali ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pameran, tetapi menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk membangun kolaborasi, memperluas kemitraan, dan membuka peluang transaksi. Dengan begitu, ekosistem ekonomi haji dan umrah dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi dan kemaslahatan masyarakat,” ujar Jaenal.
Jaenal menjelaskan, dari 58 peserta yang terlibat, sebanyak 43 tenant menghadirkan produk dan layanan dalam kategori perlengkapan haji dan umrah, kebutuhan bekal jamaah, penyelenggaraan jasa haji dan umrah, perbankan syariah, busana muslim, serta produk olahan dan unggulan.
Sementara itu, 15 peserta lainnya bergerak di bidang makanan dan minuman. Keragaman peserta tersebut menunjukkan keterlibatan berbagai sektor usaha yang berpotensi mendukung kebutuhan jamaah sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi haji dan umrah.
Selain sebagai ruang promosi, Expo UMKM dan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah 2026 membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menjajaki transaksi bisnis, akses pembiayaan, dan investasi. Kegiatan ini juga memanfaatkan platform digital Haji dan Umrah Store sebagai salah satu kanal pemasaran produk, sehingga pelaku usaha dapat memperluas jangkauan pemasaran melalui perdagangan digital.
Jaenal menegaskan bahwa pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, dunia usaha, perbankan, UMKM, komunitas, dan masyarakat. Sinergi tersebut diperlukan untuk menghubungkan potensi produk dalam negeri dengan kebutuhan pasar serta memperluas keterlibatan pelaku usaha dalam rantai ekonomi haji dan umrah.
“Ekosistem ekonomi haji dan umrah harus dibangun melalui kolaborasi yang berkelanjutan. Kami berharap dari pameran lahir kemitraan, dari kemitraan tercipta transaksi, dan dari transaksi tumbuh kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelas Jaenal. (hay)
No comments yet. Be the first to comment.
May 25, 2026 • 55,216 views
Nov 21, 2025 • 32,772 views
May 27, 2026 • 11,881 views
Jun 01, 2026 • 10,620 views
Oct 11, 2026 • 26 views
Oct 10, 2026 • 23 views
Oct 10, 2026 • 24 views
Oct 10, 2026 • 20 views