Jun 19, 2026 Editorial • 19 views
Oleh: Ulul Albab
SAYA punya beberapa pertanyaan menjelang Mukernas AMPHURI di Palembang. Apakah kita benar-benar menyadari bahwa industri umrah Indonesia sedang memasuki era baru? Atau jangan-jangan kita masih menggunakan cara berpikir lama untuk menghadapi dunia yang sudah berubah?
Pertanyaan itu muncul karena dalam dua tahun terakhir begitu banyak perubahan terjadi secara bersamaan.
Pertama, lahir Kementerian Haji dan Umrah. Ini bukan perubahan administratif biasa. Ini perubahan kelembagaan yang berpotensi mengubah arah tata kelola haji dan umrah nasional dalam jangka panjang.
Kedua, lahir kebijakan Umrah Mandiri. Sebagian menyambutnya sebagai peluang. Sebagian melihatnya sebagai tantangan. Apa pun pandangannya, satu hal yang pasti: lanskap industri tidak akan sama lagi.
Ketiga, muncul fenomena baru yang bahkan sepuluh tahun lalu hampir tidak pernah kita bayangkan. Influencer.
Hari ini banyak calon jamaah mengenal travel bukan dari kantor cabang. Bukan dari brosur. Bahkan bukan dari rekomendasi tokoh agama. Mereka mengenalnya dari layar telepon genggam. Dari video pendek. Dari konten media sosial. Dari seseorang yang memiliki jutaan pengikut.
Ini realitas baru. Kita boleh menyukainya. Kita boleh tidak menyukainya. Tetapi kita tidak bisa mengabaikannya.
Lalu muncul pertanyaan berikutnya. Jika cara jamaah berubah, jika regulasi berubah, jika teknologi berubah, apakah organisasi kita juga sudah berubah?
Inilah menurut saya pertanyaan terpenting yang perlu kita renungkan menjelang Mukernas. Karena Mukernas bukan sekedar forum menyusun program kerja. Bukan sekedar agenda organisasi tahunan.
Mukernas seharusnya menjadi ruang untuk membaca masa depan. Ruang untuk bertanya secara terbuka: ke mana industri ini akan bergerak lima atau sepuluh tahun ke depan? Dan yang lebih penting lagi: di mana posisi AMPHURI dalam perubahan besar tersebut?
Saya percaya AMPHURI memiliki modal yang sangat kuat. Jaringan anggota yang luas. Pengalaman panjang. Reputasi yang telah dibangun bertahun-tahun. Tetapi pengalaman saja tidak cukup. Di era perubahan yang bergerak sangat cepat, organisasi membutuhkan kemampuan membaca arah sebelum perubahan itu benar-benar terjadi.
Karena itulah saya berharap Mukernas Palembang tidak hanya menghasilkan daftar program kerja. Saya berharap Mukernas melahirkan cara pandang baru.
Cara pandang yang menempatkan AMPHURI bukan hanya sebagai asosiasi travel haji dan umrah. Tetapi sebagai pusat gagasan, pusat pengetahuan, dan pusat masa depan industri haji dan umrah Indonesia.
Sebab pada hakekatnya, tantangan terbesar kita bukanlah bagaimana bertahan menghadapi perubahan. Tantangan terbesar kita adalah bagaimana memastikan bahwa kita tetap relevan di tengah perubahan itu.
Dan untuk itu, AMPHURI tidak cukup menjadi organisasi yang mengikuti masa depan. AMPHURI harus ikut membantu membentuk masa depan itu sendiri.
~ Ulul Albab, Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) DPP AMPHURI
No comments yet. Be the first to comment.
May 25, 2026 • 53,575 views
Nov 21, 2025 • 6,282 views
May 27, 2026 • 4,371 views
Nov 03, 2025 • 1,995 views
Jun 17, 2026 • 22 views
Jun 17, 2026 • 24 views
Jun 17, 2026 • 17 views