Jun 25, 2026 Editorial • 33 views
AMPHURI.ORG, JAKARTA–Maskapai Garuda Indonesia memperkuat dukungannya terhadap penyelenggaraan ibadah haji dan umrah dengan menambah kekuatan armada pesawat. Hal ini dilakukan seiring tingginya performa ketepatan waktu (On-Time Performance/OTP) penerbangan haji yang mencapai 98 persen pada musim haji 1447H/2026.
Demikian disampaikan Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, dalam konferensi pers optimalisasi penerbangan haji di Jakarta, Kamis (25/6/2026).
“Dari kami, Garuda untuk mendukung umrah, kita akan menambahkan kekuatan pesawat. Khusus untuk jamaah haji tahun ini, OTP kita mencapai 98 persen,” katanya.
Selain menambah armada, Garuda Indonesia juga mulai mengimplementasikan kerja sama strategis dengan Kerajaan Saudi untuk mengoptimalkan operasional penerbangan. Melalui kerja sama tersebut, pesawat Garuda yang telah mengantarkan jamaah haji tidak lagi hanya melayani penerbangan kembali ke Indonesia. Armada tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk melayani rute ke negara lain.
“Nanti setelah kembali dari haji itu kita bisa melayani jamaah bukan hanya kembali ke Jakarta, tapi bisa juga ke Turki, bisa juga ke Malaysia, dan ini akan meningkatkan juga promosi kita, khususnya untuk pariwisata,” katanya.
Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan pemerintah ingin memperkuat peran maskapai nasional dalam melayani perjalanan ibadah masyarakat Indonesia. Pemerintah menargetkan Garuda Indonesia mampu mengangkut sedikitnya 50 persen dari sekitar 3 juta jamaah umrah asal Indonesia setiap tahun.
Target tersebut menyusul diterbitkannya izin dari otoritas penerbangan Arab Saudi, General Authority of Civil Aviation (GACA), yang memperbolehkan Garuda Indonesia memanfaatkan penerbangan kosong (empty leg) saat pesawat carter haji kembali dari Arab Saudi.
Wamenhaj menjelaskan, penguatan maskapai nasional dilakukan dengan mempertimbangkan besarnya potensi perjalanan masyarakat Indonesia ke Arab Saudi yang mencapai sekitar 3,2 juta orang setiap tahun.
Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah, jumlah tersebut terdiri atas sekitar 3 juta jamaah umrah dan 221.000 jamaah haji, dengan nilai perputaran ekonomi diperkirakan mencapai Rp120 triliun hingga Rp180 triliun per tahun. Melihat besarnya potensi tersebut, Presiden meminta pembentukan tim khusus (task force) lintas kementerian bersama Garuda Indonesia untuk mengoptimalkan manfaat ekonomi bagi Indonesia.
“Presiden meminta kepada Garuda, Menteri Pariwisata, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Haji untuk membuat task force meminimalisasi cash outflow agar ketimpangan aliran dana keluar tersebut tidak terlalu besar,” kata Dahnil.
Dahnil berharap penguatan maskapai nasional dapat menghadirkan layanan penerbangan haji dan umrah yang semakin baik, sekaligus lebih efisien dan ekonomis bagi masyarakat Indonesia. (hay)
No comments yet. Be the first to comment.
May 25, 2026 • 53,713 views
Nov 21, 2025 • 7,532 views
May 27, 2026 • 5,209 views
Nov 03, 2025 • 2,167 views
Jun 26, 2026 • 32 views
Jun 26, 2026 • 109 views
Jun 26, 2026 • 20 views
Jun 25, 2026 • 26 views