Jun 04, 2026 Redaksi • 11 views
AMPHURI.ORG, MEKKAH—Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menerima kunjungan Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Abdulfattah Bin Sulaiman Mashat, di Kantor Daerah Kerja Mekkah, pada Kamis (4/6/2026). Dalam pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis penyelenggaraan haji, mulai dari evaluasi layanan Armuzna, skema tanazul di Mina, persiapan haji tahun depan, penguatan istithaah kesehatan, hingga pentingnya pembenahan tata kelola keuangan haji.
“Kunjungan Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi ke Kantor Misi Haji Indonesia menjadi perhatian tersendiri. Hal ini menunjukkan kuatnya komitmen kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi dalam meningkatkan kualitas layanan haji,” kata Wamenhaj Dahnil, seperti dikutip laman resmi Kemenhaj, haji.go.id., Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, salah satu pembahasan penting dalam pertemuan itu adalah evaluasi tantangan atau obstacle yang dihadapi jamaah Indonesia selama fase Armuzna, terutama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Dalam konteks Mina, Pemerintah Saudi menyarankan agar Indonesia mempertimbangkan penguatan skema tanazul untuk mengurangi kepadatan.
“Tadi kami bicara tentang obstacle yang kami hadapi di Armuzna, di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi menyampaikan kalau bisa ditanazulkan, misalnya di Mina, karena biasanya yang paling crowded itu Mina,” kata Wamenhaj.
“Kalau bisa ditanazulkan 50 persen, mereka akan mempertimbangkan. Artinya ke depan kemungkinan kita secara teknis mempertimbangkan mentanazulkan lebih banyak jamaah haji kita. Itu akan mengurangi kepadatan di Mina,” sambungnya.
Lebih lanjut, Wamenhaj menjelaskan, keterbatasan ruang di Mina menjadi salah satu tantangan utama dalam penyelenggaraan haji. Karena itu, menurutnya, skema tanazul perlu dikaji secara lebih serius untuk memastikan kenyamanan, keselamatan, dan kelancaran pergerakan jamaah.
Selain evaluasi teknis penyelenggaraan, Wamenhaj menyebut Pemerintah Saudi juga mengapresiasi langkah-langkah perubahan mendasar yang dilakukan Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, termasuk dukungan terhadap eksistensi Kemenhaj RI.
“Pada prinsipnya mereka mengapresiasi langkah-langkah perubahan mendasar yang dilakukan oleh Presiden Prabowo dan tentu mendukung eksistensi Kementerian Haji dan Umrah. Mereka juga meminta agar persiapan untuk tahun depan bisa dilakukan bersama-sama,” tutur Wamenhaj, sembari menegaskan, persiapan penyelenggaraan haji berikutnya akan dilakukan lebih awal melalui kerja bersama antara Kemenhaj RI dan Kemenhaj Arab Saudi.
Lebih lanjut, Dahnil mengatakan, isu kesehatan jamaah juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Wamenhaj mengatakan, Pemerintah Indonesia akan memperketat istithaah kesehatan sejak dari dalam negeri. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menekan angka kematian atau mortality rate jamaah haji pada penyelenggaraan haji mendatang.
“Isu istithaah itu menjadi isu utama bagi kita, terutama tentang mortality rate. PR kita tentu akan terus menekan jumlah kematian tahun depan. Maka istithaah kami pastikan tahun depan akan lebih ketat terhadap jamaah, mulai dari dalam negeri,” pungkas Wamenhaj. (hay)
No comments yet. Be the first to comment.
May 25, 2026 • 53,289 views
Nov 21, 2025 • 4,681 views
May 27, 2026 • 3,001 views
Nov 03, 2025 • 1,787 views
Jun 07, 2026 • 26 views
Jun 05, 2026 • 10 views
Jun 05, 2026 • 16 views
Jun 04, 2026 • 17 views