Sep 07, 2026 Editorial • 54 views
AMPHURI.ORG, JAKARTA–Ketua Bidang Penerbangan Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (DPP AMPHURI), Januar Setyadi menyampaikan menyikapi masih terus berlangsungnya penghentian operasional penerbangan Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) akibat aktivitas erupsi dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pihaknya terus melakukan pemantauan dan koordinasi intensif dengan pihak terkait.
Menurutnya, berdasarkan keterangan resmi Kementerian Perhubungan (Kemenhub), sebaran abu vulkanik menyebabkan penghentian sementara operasional sejumlah bandara, salah satunya Bandara Soetta. Bandara lain yang turut dihentikan operasionalnya adalah Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara Bandung, Lapangan Terbang Budiarto Curug, Lapangan Terbang Pondok Cabe, Bandara Taufik Kiemas Pesisir Barat Lampung, serta Lapangan Udara Atung Bungsu Pagar Alam.
“Update terbaru penutupan diperpanjang hingga Senin, 7 September 2026 pukul 18.00 WIB dan masih bisa berubah mengikuti hasil pemantauan keselamatan penerbangan,” kata Januar dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (7/9/2026).
Sementara berdasarkan data In Journey Airports, disebutkan hingga 6 September 2026, pukul 21.30 WIB, terdapat 1.039 penerbangan di Bandara Soetta terdampak, baik dalam bentuk pembatalan, keterlambatan maupun pengalihan pendaratan.
Kemenhub sendiri dalam laporannya merilis setidaknya ada 150.000 penumpang tertahan ketika 467 penerbangan yang terdampak, terdiri dari 58 internasional dan 409 domestik dari berbagai bandara. Melihat konidisi ini, kata Januar, AMPHURI menyatakan turut prihatin dan terus menjadi perhatian serius, khususnya Bandara Soetta yang menjadi salah satu bandara keberangkatan dan kepulangan jamaah umrah di Indonesia yang mengalami dampak langsung.
Januar menegaskan, AMPHURI sejak kemarin (Minggu, 6 September) terus melakukan pemantauan dan pendataan terhadap anggota yang terdampak. Dari hasil pantauan dan pendataan tersebut hingga Senin, 7 September pukul 10.30 WIB terdapat ada 817 jamaah umrah yang terdampak yang tergabung di 15 travel.
Lebih lanjut Januar mengatakan, dari pendataan tersebut, dapat dikelompokkan. Diantaranya, ada jamaah yang akan berangkat menuju Saudi, namun tidak dapat diterbangkan akibat dibatalkan atau ditunda. Ada juga jamaah yang masih berada di Saudi, karena belum bisa diterbangkan ke Indonesia, lantaran adanya pembatalan, penjadwalan ulang maupun perubahan rute.
Selanjutnya, kata Januar, ada pula jamaah yang sedang berada di negara transit. Mereka menggunakan penerbangan transit, namun karena karena penerbangan lanjutan menuju Indonesia mengalami penjadwalan ulang. Ada juga jamaah yang penerbangannya dialihkan ke bandara alternatif.
“Tentu saja, situasi ini menimbulkan persoalan lanjutan bagi jamaah maupun penyelenggara, mulai dari penerbangan lanjutan, bagasi, akomodasi, konsumsi serta kepastian perjalanan ke daerah masing-masing jamaah,” katanya. (hay)
No comments yet. Be the first to comment.
May 25, 2026 • 54,804 views
Nov 21, 2025 • 30,162 views
May 27, 2026 • 10,219 views
Jun 01, 2026 • 8,065 views
Sep 07, 2026 • 65 views
Sep 06, 2026 • 383 views
Sep 06, 2026 • 1,687 views
Sep 06, 2026 • 328 views