Aug 06, 2026 Editorial • 33 views
AMPHURI.ORG, JAKARTA–Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (DPP AMPHURI), Firman M Nur mengatakan, koperasi adalah model bisnis lain bagi para pelaku usaha biro perjalanan haji dan umrah yang ada di asosiasi. Terlebih, AMPHURI, sebagai asosiasi telah dipercaya banyak pihak. Karena itu, koperasi harus lebih berani lagi untuk out of the box, jangan hanya memenuhi kebutuhan anggota saja.K
“Saya harap koperasi lebih berani lagi untuk out of the box, jadi jangan hanya suplai kebutuhan anggota saja, tapi dengan pihak lain (eksternal),” kata Firman M Nur yang juga tercatat sebagai Ketua Dewan Pengawas Koperasi AMPHURI Bangkit Melayani (Koperasi ABM) dalam sambutannya di Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2026 Koperasi ABM, di HK Tower Jakarta, Kamis (6/8/2026).
“Kita juga berharap koperasi harus membuat gebrakan dalam menguatkan loyalitas anggota,” kata Firman berharap.
Firman mengatakan, mulai tahun ini, digitalisasi koperasi akan terlaksana, paling tidak kebutuhan anggota akan terpenuhi dengan dukungan digitalisasi. Firman meyakini langkah ini bisa menguatkan loyalitas anggota.
“Saya lihat konsorsium Koperasi ABM (haji mabrur) adalah memastikan kebersamaan jamaah dari anggota koperasi dalam penyelenggaraan haji khusus. Alhamdulillah selama ini solid, begitu juga jamaahnya puas terhadap pelayanan PIHK anggota koperasi maupun AMPHURI, tentu saja akan repeat order ke PIHK itu sendiri,” ujarnya.
Sementara Sekretaris Kementerian Koperasi, Ahmad Zabadi dalam sambutannya memaklumi kenapa Koperasi ABM tidak melaksanakan RAT paling lambat di bulan Maret setiap tahunnya. Menurutnya, karena AMPHURI beserta anggotanya memiliki sektor bisnis yang beda, terkait dengan waktu penyelenggaraan haji.
“Karena AMPHURI memiliki sektor bisnis beda, maka dapat dimaklumi. Namun saya kira bagus juga untuk dipertimbangkan oleh pengurus koperasi dan AMPHURI untuk direncanakan sesuai aturan yakni dilaksanakan paling lambat di bulan Maret,” kata Zabadi mengingatkan.
Zabadi pun menyampaikan bahwa ada potensi besar yang bisa dikembangkan oleh Koperasi ABM dan AMPHURI untuk jangka panjang. Jika hal ini bisa dilakukan oleh koperasi dan AMPHURI, maka hal ini akan bisa menjadi kekuatan ekonomi besar yang dikembangkan oleh asosiasi penyelenggara haji dan umrah di Indonesia.
“Terlebih anggota memiliki jamaah yang termasuk dalam golongan/kelompok masyarakat yang beragam, tentu ini potensi yang sangat besar dan memiliki potensi keekonomian yang tinggi,” katanya.
Lebih lanjut, Zabadi mengatakan, sejalan dengan tema RAT, tentu ini sebuah upaya membangun ekosistem bisnis berbasis penyelenggaraan haji dan umrah. Namun karena kekuatan koperasi ada di Anggota, maka koperasi pun harus berani out of the box.
“Benar kata Pak Ketum Firman tadi, koperasi harus berani out of the box, jangan hanya membatasi di sektor haji dan umrah, karena ada potensi besar yang ada pada jamaah haji khusus dan umrah ini,” katanya.
“Jadi boleh kita bilang, jangan nanggung dalam mengembangkan bisnis ini, tidak hanya pada sektor haji dan umrah,” imbuhnya.
Zabadi pun menyebutkan, ada koperasi bernama Koperasi Mitra Dhuafa (Komida) yang beranggotakan para dhuafa yang simpanan wajibnya hanya Rp. 5.000 hingga Rp. 10.000 per bulan, tapi anggotanya sekarang tidak kurang dari 1 juta orang dan bisa mengumpulkan rata-rata Rp. 10 miliar per bulan, sehingga setahun terkumpul sebanyak Rp.120 miliar. Bahkan dana kelolaan yang bisa dikonsolidasikan Komida saat ini sebesar Rp. 3 triliun.
“Jadi jangan hanya cuma 231 anggota penuh, tapi seluruh anggota AMPHURI juga anggota koperasi, karena jika diproyeksikan bisa menghasilkan triliunan. Ini baru dilihat dari konsolidasi potensi anggota. Terlebih jika dibangun menjadi ekosistem bisnis, bisa jadi koperasi ABM menjadi agregator dalam penyelenggaraan haji dan umrah,” ujarnya.
Selain Komida, Zabadi pun menyontohkan bagaimana Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia yang berdiri sejak 2012 beranggotakan 450 ribu orang hanya dengan simpanan wajib sebesar Rp. 10.000, saat ini asetnya mencapai Rp. 3,2 triliun.
“Bahkan setiap tahun koperasi ini menghibahkan rumah kepada anggota maupun masyarakat umum. Inilah yang dimaksud dengan koperasi sebagai solusi, self help dengan berkoperasi,” tandasnya.
Tidah hanya itu, kata Zabadi, ada koperasi yang dikembangkan oleh pondok pesantren, seperti Pondok Pesantren Sidogiri yang memiliki koperasi dengan aset lebih dari Rp. 5 triliun. Selain itu ada juga koperasi milik non muslim (katolik) di daerah Pontianak, yang beroperasi di sebuah daerah di tengah hutan, kini asetnya juga lebih dari Rp. 5 triliun.
“Bahkan kalo kita menengok sejarah, ulama kita jauh sebelum melahirkan Muhammadiyah, NU dan ormas lainnya sudah mendirikan Syarikat Islam yang memaksimalkan potensi umat Islam dalam berbisnis (syarikat),” kata Zabadi.
Menurutnya, negara sekelas Jepang, Korea, Singapura pun bisnis terbesar digerakan oleh koperasi. Karena itu, kata Zabadi, Presiden Prabowo ingin mengembalikan kekuatan (gotong royong) Indonesia dengan membangun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebanyak 83 ribu.
“Hal ini dalam rangka memutuskan peran dalam berbisnis yang selama ini hanya dilakukan kalangan elite. Tahun ini (2026) pemerintah investasi pembangunan gerai 45 ribu Kopdes dari target 83 ribu. Inilah yang dilakukan oleh pemerintah dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” katanya.
Zabadi berharap, program Kopdes yang dikembangkan oleh pemerintah bisa menjadi motivasi bagi Koperasi ABM dan AMPHURI untuk dapat mengembangkan ekosistem ekonomi penyelenggaraan haji dan umrah yang ditopang oleh Kopdes dalam menyuplai kebutuhan jamaah baik di dalam negeri maupun saat di Arab Saudi.
Turut hadir Ketua Koperasi ABM Syatiri Rahman, Sekretaris Koperasi ABM Rizaldi Latief dan Bendahara Koperasi ABM Aryani Arifuddin beserta jajarannya. Kemudian hadir pula Ketua Dewan Penasehat AMPHURI Cheppy Wahyu Hidayat, Ketua Dewan Kehormatan Zainal Abidin, Sekjen DPP AMPHURI Zaky Zakariya Anshary dan Bendahara Umum DPP AMPHURI Ita Puspitawati Jayadih yang semuanya tercatat sebagai anggota Dewan Pengawas Koperasi ABM. (hay)
No comments yet. Be the first to comment.
May 25, 2026 • 54,469 views
Nov 21, 2025 • 17,006 views
May 27, 2026 • 8,734 views
Jun 01, 2026 • 5,541 views
Aug 10, 2026 • 59 views
Aug 10, 2026 • 62 views
Aug 07, 2026 • 105 views
Aug 06, 2026 • 183 views