May 25, 2026 Hayat Amphuri • 11 views
AMPHURI.ORG, JAKARTA–Di tengah situasi perang kawasan Timur Tengah, sebanyak 1,5 juta muslim dari berbagai negara menunaikan ibadah haji ke Arab Saudi. Tahun ini pertama kali Saudi menyelenggarakan haji di tengah konflik Timur Tengah.
Seperti dilansir detikhikmah yang mengutip situs DW, Senin (25/5/2026), disebutkan dalam tiga tahun terakhir, jumlah jamaah haji tercatat berkisar antara 1,7 juta hingga 1,8 juta orang. Penyelenggaraan haji hanya pernah dibatalkan atau dibatasi sekitar 40 kali dalam lebih dari 14 abad terakhir. Pembatasan terakhir disebabkan pandemi Covid-19 pada 2020 lalu.
Pada 2026, tantangan haji kian berat imbas perang antara Amerika-Israel melawan Iran yang pecah sejak Februari lalu. Walau gencatan senjata masih berlaku, situasi keamanan dinilai belum sepenuhnya stabil. Pekan lalu, Saudi mengaku berhasil mencegat tiga drone yang diduga diluncurkan kelompok milisi pro Iran di Irak.
Pemerintah AS juga meminta warganya mempertimbangkan ulang perjalanan ke Arab Saudi untuk haji. Pemerintah Jerman, Inggris, dan sejumlah negara Eropa lainnya juga mengeluarkan peringatan perjalanan terkait konflik yang tengah berlangsung.
Walau begitu, banyak calon jamaah tetap memilih berangkat. Dewan Muslim Jerman menyebut sebagian besar jamaah tetap berkomitmen menjalankan ibadah karena persiapan haji biasanya dilakukan lebih dari setahun dan membutuhkan biaya besar.
“Mereka termotivasi oleh pemenuhan kewajiban agama dan bagi mereka, ini juga lebih dari sekadar perjalanan biasa,” ujar seorang juru bicara Dewan Muslim Jerman.
Sementara itu, Indonesia sendiri memberangkatkan 221.000 jamaah haji pada 2026. Meski awalnya sempat ada wacana penundaan keberangkatan pada Maret lalu hingga situasi perang lebih jelas. Pemerintah akhirnya tetap memberi izin keberangkatan dan menyiapkan layanan pendukung seperti biasa.
Pemerintah Indonesia juga disebut memiliki rencana evakuasi darurat jika sewaktu-waktu diperlukan. Bahkan sejak pekan lalu, pejabat Indonesia telah tiba di Saudi untuk membantu layanan jamaah di lokasi.
Meski kekhawatiran kian meningkat, para analis menilai kecil kemungkinan Iran menyerang lokasi haji karena situs itu dihormati seluruh umat Islam. Selain itu, sekitar 30.000 jamaah Iran juga tetap berangkat ke Saudi untuk menunaikan ibadah haji tahun ini.
Kendati demikian, ada ancaman lain seperti salah sasaran rudal atau jatuhnya puing hasil intersepsi sistem pertahanan udara di dekat lokasi ibadah. Pemerintah Saudi diketahui telah menempatkan sistem rudal Patriot dan pertahanan anti-drone di sekitar kawasan suci. (hay)
No comments yet. Be the first to comment.
May 25, 2026 • 50,683 views
Nov 21, 2025 • 2,662 views
Nov 03, 2025 • 1,292 views
Oct 29, 2025 • 430 views
May 28, 2026 • 107 views
May 28, 2026 • 63 views
May 27, 2026 • 53 views
May 27, 2026 • 196 views