May 19, 2026 Hayat Amphuri
AMPHURI.ORG, JAKARTA–Direktur Utama PT Jejak Imani Berkah Bersama, Muhammad Rizaldy Latief mengatakan Jejak Imani travel secara resmi memulai rangkaian manasik haji 1447H/2026 pada 19 Mei sampai dengan 21 Mei 2026. Manasik kali ini merupakan manasik offline kedua yang mana menjadi rangkaian manasik offline terakhir sebelum para jamaah haji berangkat ke Tanah Suci.
“Hari pertama, kegiatan berlangsung dari pagi hingga malam hari dengan pembekalan intensif baik dari aspek teknis, fiqh ibadah hingga kesiapan mental menjelang keberangkatan ke Tanah Suci,” kata Rizaldy, dalam keterangannya, di Jakarta, Selasa (19/5/2026), seperti dilansir laman resminya, jejakimani.com.
Rizalnya menjelaskan, sejak pukul 06.00 pagi, suasana khidmat dan antusiasme sudah terasa di salah satu hotel tempat manasik offline berlangsung. Seluruh tim telah bersiap menyambut kedatangan jamaah, lengkap dengan pelayanan handling koper dari area drop-off mobil guna memberikan kenyamanan maksimal bagi para jamaah. Setelah proses registrasi dan sesi dokumentasi, seremonial pun dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Fahmi Aziz.
Kemudian, kata Rozaldy, sesi materi pertama dibuka dengan sangat menyentuh oleh Ustadz Luqmanulhakim yang membawakan materi ‘Resolusi Sepulang Haji sebagai Haji Mabrur dan Pentingnya Saling Memaafkan’.
“Dalam sesi ini, jamaah diajak untuk menata kembali niat dan membersihkan hati demi meraih haji mabrur,” ujarnya.
Rangkaian pembekalan kemudian dilanjutkan oleh Ustadz Eko Kholistio Putro yang membedah secara mendalam berbagai aspek penting ibadah haji, antara lain adab-adab dan refleksi haji. Menurutnya, selain itu materi terkait ta’awun menjadi sangat penting bagi jamaah agar dapat menjaga kekompakan, kesabaran, dan toleransi antar sesama jamaah selama berada di Tanah Suci.
Selain itu, ada juga Ustadz Jundi Imam Syuhada yang memberikan materi seputar fiqh mulai dari fiqh aplikatif thaharah dan sholat ketika perjalanan haji, thawaf dan sa'i dalam ibadah Haji. Ustadz Jundi juga memaparkan terkait panduan perjalanan Haji 1447H, sharing session hingga briefing jelang praktik
Rangkaian manasik pada hari pertama ditutup dengan materi persiapan mental selama berhaji yang diisi oleh psikolog. Meski bukan soal fiqh ibadah, namun materi ini kata Rizaldy, tak kalah penting supaya jamaah mendapat haji yang mabrur dengan mengetahui cara regulasi emosi dan mengatasi kekhawatiran atau was-was yang lahirnya dari bisikan-bisikan setan.
Pada manasik ini, lanjut Rizaldy, jamaah juga tak hanya mendapat materi dari pembicara saja namun juga mendapat layanan pemeriksaan kesehatan dasar secara gratis. Tim medis melakukan cek kesehatan secara berkala meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, hingga asam urat.
“Hal ini tentunya sangat penting agar dapat memastikan kondisi fisik seluruh jamaah sehat menjelang keberangkatan,” pungkasnya. (hay)
Nov 21, 2025 • 679 views
Nov 03, 2025 • 220 views
May 20, 2026 • 124 views
May 17, 2026 • 84 views