Logo

Kurangi Kepadatan Jamaah, Saudi Pangkas Jeda Adzan dan Iqamah Selama Musim Haji 2026

May 22, 2026 Hayat Amphuri

AMPHURI.ORG, MEKKAH–Kementerian Urusan Islam Arab Saudi menerapkan jeda antara adzan dan iqamah di masjid-masjid kawasan haji dipersingkat. Upaya ini sebagai langkah untuk memperlancar mobilitas jutaan jamaah haji 1447H/2026 yang memadati Mekkah dan area tempat suci.

Saudi Press Agency (SPA), Kamis (21/5/2026) melaporkan, kebijakan ini diberlakukan di tengah meningkatnya jumlah jamaah yang beraktivitas di kawasan pusat kota Mekkah dan titik-titik utama pelaksanaan ibadah haji. Otoritas Saudi menilai percepatan waktu pelaksanaan salat berjamaah diperlukan untuk mengurangi penumpukan massa, terutama pada jam-jam sibuk.

Menteri Urusan Islam, Dakwah dan Bimbingan Saudi, Abdullatif Al-Sheikh menginstruksikan imam dan muadzin untuk menerapkan aturan tersebut di seluruh masjid yang melayani jamaah haji, khususnya di Mekkah dan kawasan tempat-tempat suci.

Dalam kebijakan tersebut, jeda antara adzan dan iqamah untuk sholat Subuh ditetapkan selama 15 menit. Sementara untuk sholat Dzuhur, Ashar, Magrib, dan Isya, waktu tunggunya dipangkas menjadi 5 menit. Tak hanya itu, durasi gabungan khutbah dan sholat Jumat juga dibatasi maksimal 15 menit.

Menurut laporan SPA, kebijakan ini merupakan bagian dari rencana operasional pemerintah Saudi dalam meningkatkan pelayanan kepada jamaah selama musim haji.

“Dengan mempertimbangkan kondisi keramaian dan untuk meringankan beban jamaah pada jam-jam sibuk,” kutip SPA.

Langkah ini disebut sebagai respons atas lonjakan jumlah jamaah yang memadati kawasan pusat Mekkah dan lokasi-lokasi suci selama musim haji. Dengan jeda yang lebih singkat, pemerintah berharap arus keluar-masuk jamaah di area masjid dapat berlangsung lebih tertib dan lancar, sekaligus mengurangi risiko penumpukan di jalur pedestrian sekitar lokasi ibadah.

Selain mempercepat mobilitas, kebijakan ini juga ditujukan untuk menciptakan suasana ibadah yang lebih nyaman, aman, dan tertib bagi jamaah yang datang dari berbagai negara. Kebijakan tersebut menambah daftar langkah penyesuaian layanan yang dilakukan Saudi sepanjang musim haji tahun ini untuk mengelola kepadatan dan meningkatkan kenyamanan ibadah. (hay)