Jun 25, 2026 Editorial • 22 views
AMPHURI.ORG, JAMBI—Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa seluruh aparatur Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) harus menempatkan pelayanan jamaah sebagai prioritas utama dalam setiap tahapan penyelenggaraan ibadah haji. Jamaah harus merasakan layanan yang aman, nyaman, mudah, dan manusiawi sejak berada di daerah asal hingga kembali ke Tanah Air. Karena itu, setiap unsur layanan harus terus dievaluasi dan diperbaiki berdasarkan kebutuhan nyata jamaah di lapangan.
Demikian disampaikan Menhaj Irfan Yusuf saat memberikan pembinaan kepada ASN Kemenhaj se-Provinsi Jambi di Asrama Haji Jambi, Kamis (25/6/2026).
“Ukuran keberhasilan penyelenggaraan haji bukan hanya keberangkatan dan kepulangan jamaah berjalan lancar, tetapi juga sejauh mana jamaah merasa terlayani, terbantu, dan tidak mengalami kesulitan selama menjalankan ibadahnya,” ujarnya.
Menhaj menjelaskan, Asrama Haji Jambi memiliki peran penting sebagai titik awal pelayanan bagi ribuan jamaah dari berbagai daerah. Dengan meningkatnya jumlah jamaah yang dilayani, kualitas layanan harus semakin diperkuat mulai dari penerimaan jamaah, pemeriksaan dokumen, layanan kesehatan, konsumsi, pengelolaan bagasi, transportasi, hingga proses kepulangan.
Lebih lanjut, Menhaj juga meminta seluruh petugas haji untuk memberikan perhatian khusus kepada jamaah lanjut usia, penyandang disabilitas, serta jamaah dengan risiko kesehatan tinggi agar mereka dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
“Jangan sampai ada jamaah yang merasa bingung, terlantar, atau tidak mendapatkan pendampingan saat membutuhkan bantuan. Kehadiran petugas harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh jamaah,” katanya.
Dalam pembinaan tersebut, Menhaj menekankan pentingnya menyiapkan petugas haji yang profesional, kompeten, dan berintegritas. Menurutnya, petugas yang bertugas mendampingi jamaah harus memahami tugas pelayanan secara menyeluruh, mampu bekerja dalam situasi darurat, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap kebutuhan jamaah.
Menhaj juga mengingatkan bahwa Petugas Haji Daerah (PHD) dan PPIH Kloter merupakan garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan jamaah. Karena itu, mereka harus mengenali kondisi jamaah yang didampingi, membantu penyelesaian masalah di lapangan, serta memastikan seluruh jamaah mendapatkan layanan yang setara.
Selain aspek pelayanan, Menhaj menegaskan pentingnya perlindungan terhadap jamaah dari berbagai praktik yang dapat merugikan mereka. Seluruh ASN Kemenhaj diminta menjaga integritas serta memastikan tidak ada pungutan tidak resmi, penyalahgunaan layanan, maupun praktik lain yang berpotensi merugikan jamaah.
“Setiap kebijakan, setiap pelayanan, dan setiap keputusan harus berpihak kepada kepentingan jamaah. Mereka datang membawa harapan besar untuk menunaikan ibadah dengan tenang. Tugas kita adalah memastikan harapan itu terjaga melalui pelayanan terbaik,” tegas Menhaj.
Melalui pembinaan ini, Menhaj berharap seluruh ASN Kemenhaj di Provinsi Jambi semakin memperkuat komitmen untuk menghadirkan layanan haji yang profesional, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan jamaah sebagai pusat pelayanan. (hay)
No comments yet. Be the first to comment.
May 25, 2026 • 53,710 views
Nov 21, 2025 • 7,467 views
May 27, 2026 • 5,180 views
Nov 03, 2025 • 2,161 views
Jun 26, 2026 • 25 views
Jun 26, 2026 • 42 views
Jun 25, 2026 • 16 views