Nov 06, 2019 Editorial • 79 views
AMPHURI.ORG, JAKARTA–Direktur Utama Rumah Sakit Haji Jakarta, dr. Syarief Hasan Luthfie menyampaikan apresiasinya atas penyusunan kurikulum pelatihan integrasi untuk tenaga kesehatan haji Indonesia (TKHI). Penyusunan materi kurikulum tersebut sangat bagus jika dikoordinasikan dengan Kementerian Agama.
“Menurut saya bagus kalau memang dikoordinasikan satu pintu,” kata dr. Syarief, sebagaimana dikutip Republika.co.id, usai menjadi pembicara dalam seminar kesehatan haji dan umrah di Jakarta, Rabu (6/11/2019).
Menurutnya, petugas kesehatan haji memang harus mempunyai setifikasi atau standarisasi terkait dengan pengetahuan kesehatannya sebagai profesional dan juga pengetahuan keagamannya, khususnya tentang haji. Karena itu, perlu adanya kurikulum itu.
“Jadi antara kurikulum Kemenag dan Kemenkes itu harus jadi satu, sehingga nanti yang mengeluarkan sertifikatnya layaknya adalah Kemenag, karena dia sebagai penanggung jawab UU nomor 8 tahun 2019,” ucapnya.
Syarief menyarankan agar kurikulum petugas kesehatan haji tersebut dibuat berdasarkan kajian-kajian yang valid, serta menerima masukan dari para narasumber dari Kemenkes maupun Kemenag. “Sehingga kurikulum itu akan memberikan suatu nilai atau bobot yang nantinya bisa dievaluasi untuk kualitasnya bisa ditingkatkan,” jelasnya.
Sebelumnya, Pusat Kesehatan Haji (Puskeshaji) Kemenkes telah menyelesaikan tahap pertama penyusunan kurikulum pelatihan integrasi untuk tenaga kesehatan haji Indonesia (TKHI). Tim penyusun kurikulum pelatihan integrasi akan kembali melanjutkan penyusunan kurikulum pada 11 November. (hay)
No comments yet. Be the first to comment.
May 25, 2026 • 53,979 views
Nov 21, 2025 • 10,436 views
May 27, 2026 • 6,547 views
Jun 26, 2026 • 3,306 views
Jul 08, 2026 • 82 views
Jul 08, 2026 • 238 views
Jul 08, 2026 • 47 views
Jul 07, 2026 • 192 views