Logo

Wamenhaj Dahnil: Integritas dan Meritokrasi Jadi Fondasi Budaya Baru Kemenhaj

Jul 23, 2026 Editorial • 18 views

AMPHURI.ORG, BOGOR—Integritas dan meritokrasi menjadi fondasi utama dalam membangun budaya kerja Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Sebagai kementerian baru, Kemenhaj dituntut menghadirkan tata kelola yang profesional, akuntabel, serta memperoleh kepercayaan publik melalui kualitas aparatur sipil negara (ASN).

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak saat menutup Entry Program Mutasi ASN Karier Kementerian Haji dan Umrah, di Bogor, Kamis (23/7/2026).

“Integritas adalah wajah utama Kemenhaj. Ambil seluruh kebaikan yang diwariskan instansi-instansi sebelumnya, tetapi tinggalkan hal-hal yang buruk. Kita sedang membangun budaya baru yang menjadi fondasi kementerian ini,” kata Wamenhaj.

Menurutnya, kementerian yang baru berdiri tidak cukup hanya memiliki struktur organisasi yang baru. Yang lebih penting adalah membangun karakter ASN yang menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, dan orientasi pelayanan kepada jamaah.

Dahnil juga menekankan bahwa budaya meritokrasi harus menjadi prinsip dalam pengembangan organisasi. Setiap ASN didorong untuk menunjukkan kinerja, kompetensi, dan kapasitas terbaik sehingga proses penugasan maupun pengembangan karier berlangsung secara objektif, adil, dan berbasis prestasi.

“Di Kementerian Haji dan Umrah, tidak boleh ada ruang bagi budaya yang mengabaikan kompetensi. Meritokrasi harus menjadi cara kita bekerja sehingga setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dan berkembang berdasarkan kapasitas serta kinerjanya,” ujarnya.

Wamenhaj Dahnil mengatakan perubahan budaya kerja harus dimulai dari setiap individu ASN. Kepercayaan publik terhadap Kemenhaj akan ditentukan oleh perilaku aparatur dalam menjalankan amanah, bukan semata-mata oleh kebijakan yang dihasilkan.

Dalam arahannya, Wamenhaj mengutip pandangan Ibnu Taimiyah dalam kitab As-Siyasah Asy-Syar'iyyah yang menyebut dua syarat utama keberhasilan pemerintahan adalah al-quwwah (kompetensi) dan al-amanah (integritas).

“Kompetensi dan amanah tidak bisa dipisahkan. ASN harus memiliki kemampuan untuk bekerja sekaligus integritas untuk menjaga amanah. Itulah fondasi yang akan membawa Kemenhaj menjadi institusi yang dipercaya publik,” ujarnya. (hay)

Comments

No comments yet. Be the first to comment.

Leave a Comment

Your email will not be published.
Your comment will appear after admin approval.