Logo

Barter Konten, Barter Kepercayaan?, Catatan Jelang Mukernas 2026 (Episode 3)

Jun 14, 2026 Editorial • 24 views

Catatan Jelang Mukernas 2026: Umrah, Influencer, dan Masa Depan Kepercayaan

Episode 3: Barter Konten, Barter Kepercayaan?

Oleh: Ulul Albab

AWALNYA saya mengira yang dipertukarkan hanyalah foto dan video. Tapi setelah saya renungkan lebih jauh, ternyata yang sesungguhnya dipertukarkan jauh lebih besar daripada itu. Yaitu: Kepercayaan.

Belakangan ini kita banyak mendengar istilah yang menarik, yaitu: barter konten. Sebuah perusahaan memberikan fasilitas tertentu. Sebagai gantinya, influencer membuat foto, video, atau konten promosi.

Dalam dunia pemasaran modern, praktik seperti ini bukan sesuatu yang aneh. Hampir semua industri memang sudah banyak yang melakukannya. Hotel melakukannya. Maskapai melakukannya. Restoran melakukannya. Bahkan berbagai lembaga pendidikan juga melakukannya.

Masalahnya menjadi berbeda ketika yang dipromosikan adalah perjalanan menuju Baitullah. Mengapa? Karena umrah bukan sekadar produk. Umrah adalah amanah. Ketika sebuah konten dipublikasikan, yang berpindah sebenarnya bukan hanya informasi. Tetapi juga kepercayaan. Amanah.

Seorang jamaah melihat konten tersebut. Ia melihat sosok yang disukainya. Ia melihat pengalaman yang tampak menyenangkan. Ia melihat rekomendasi yang meyakinkan. Lalu tanpa sadar, sebagian kepercayaan yang selama ini ia berikan kepada figur tersebut ikut berpindah kepada travel yang dipromosikan.

Inilah yang saya sebut sebagai transfer kepercayaan. Dan transfer kepercayaan sering kali jauh lebih berharga daripada transfer uang. Karena uang bisa dicari kembali. Tetapi kepercayaan membutuhkan waktu panjang untuk dibangun.

Karena itu pertanyaan pentingnya bukanlah apakah barter konten boleh dilakukan atau tidak. Ya tentu saja boleh. Tapi yang lebih penting adalah bagaimana seluruh pihak memahami bahwa di balik setiap konten terdapat tanggung jawab moral yang tidak kecil.

Travel memiliki tanggung jawab menjaga amanah jamaah. Influencer memiliki tanggung jawab menjaga kepercayaan pengikutnya. Dan jamaah memiliki tanggung jawab untuk tetap melakukan verifikasi sebelum mengambil keputusan.

Menurut saya, inilah pelajaran besar yang perlu kita renungkan bersama. Di era digital, konten memang dapat diproduksi dalam hitungan menit. Tetapi kepercayaan tidak. Kepercayaan harus dibangun bertahun-tahun. Dan bisa hilang dalam hitungan hari.

Karena itu, jika followers adalah mata uang baru, maka kepercayaan adalah emasnya. Dan seperti emas, nilainya harus dijaga dengan sangat hati-hati.

Apalagi ketika yang sedang diperjuangkan bukan sekadar perjalanan wisata, tetapi perjalanan ibadah menuju rumah Allah.

(Bersambung…)

~ Ulul Albab, Ketua Bidag Penelitian dan Pengembangan (Litbang) DPP AMPHURI


Comments

No comments yet. Be the first to comment.

Leave a Comment

Your email will not be published.
Your comment will appear after admin approval.