Aug 06, 2026 Editorial • 23 views
AMPHURI.ORG, JAKARTA—Capaian Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia (IKLHI) 2026 sebesar 83,28% dengan kategori memuaskan menjadi bukti bahwa transformasi layanan haji mulai dirasakan oleh jamaah. Selama ini peningkatan kualitas penyelenggaraan haji lebih banyak dinilai secara kualitatif, kini perbaikan tersebut didukung oleh data kuantitatif melalui hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS).
Demikian disampaikan Menteri Haji dan Umrah RI, Mochammad Irfan Yusuf di Kantor BPS Pusat, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
“Alhamdulillah pelaksanaan haji tahun ini berjalan dengan luar biasa. Terima kasih kepada Bapak Presiden atas terbentuknya Kementerian Haji dan Umrah. Selama ini banyak yang menilai penyelenggaraan haji semakin baik berdasarkan pengamatan di lapangan. Hari ini penilaian itu diperkuat oleh data kuantitatif melalui indeks kepuasan yang disusun BPS,” katanya, seperti dikutip laman resmi Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), haji.go.id.
Menhaj mengatakan capaian tersebut menjadi lebih bermakna karena diraih pada tahun pertama operasional Kemenhaj sebagai kementerian baru. Dalam masa transisi sekitar tiga hingga empat bulan, Kemenhaj menyiapkan penyelenggaraan ibadah haji dengan melibatkan sekitar 7.000 aparatur di seluruh Indonesia.
“Alhamdulillah kami mampu memberikan layanan sebaik-baiknya kepada jamaah. Ini adalah buah dari doa dan kerja keras seluruh jajaran,” Menhaj Gus Irfan, sapaan akrabnya.
Dalam kesempatan itu, Menhaj menyampaikan apresiasi kepada seluruh aparatur Kemenhaj, Petugas Haji, serta seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447H/2026. Namun, Menhaj menegaskan hasil survei tersebut bukan menjadi akhir dari upaya perbaikan layanan. Evaluasi tetap dilakukan, terutama pada layanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), serta penguatan pelaksanaan istithaah kesehatan.
“Hasil ini menjadi modal kami untuk terus berbenah. Tantangan kami bukan hanya mempertahankan capaian, tetapi meningkatkannya. Prinsip kami sederhana, hari ini harus lebih baik daripada kemarin,” katanya.
Gus Irfan menambahkan, selama ini arahan Presiden Prabowo Subianto menjadi pijakan dalam pengembangan penyelenggaraan haji ke depan, yakni memastikan manfaat penyelenggaraan ibadah haji semakin dirasakan masyarakat. Salah satunya melalui penguatan penggunaan produk dan bahan konsumsi asal Indonesia dalam rantai pasok haji.
Karena itu, Menhaj juga mengimbau calon jamaah agar mempersiapkan diri sejak dini, baik dari sisi kesehatan, kesiapan fisik dan mental, maupun pemahaman manasik. Menurutnya, kesiapan tersebut menjadi bekal penting agar jamaah dapat menjalankan ibadah secara optimal ketika berada di Tanah Suci. (hay)
No comments yet. Be the first to comment.
May 25, 2026 • 54,417 views
Nov 21, 2025 • 16,471 views
May 27, 2026 • 8,510 views
Jun 01, 2026 • 5,250 views
Aug 06, 2026 • 28 views
Aug 05, 2026 • 13 views
Aug 05, 2026 • 310 views
Aug 05, 2026 • 110 views